PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepadatan wisatawan di kawasan Pantai Pangandaran memicu belasan kasus pengunjung yang tersesat dan terpisah dari anggota keluarganya. Data dari Pos Dinas Perhubungan eks Pasar Wisata (PW) mencatat sebanyak 11 laporan kehilangan anggota rombongan hingga Selasa (24/3/2026).
Sugeng, petugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran yang bersiaga di Pos PW Pananjung, menjelaskan bahwa mayoritas laporan melibatkan anak-anak dan orang dewasa. Bahkan, petugas sempat menangani rombongan asal Garut yang terpecah saat berada di kawasan wisata.
Baca Juga: Wisatawan Membeludak, Sampah di Pantai Pangandaran Tembus 30 Ton Per Hari
Dampak Sistem Parkir Terpusat
Petugas menduga penerapan sistem parkir terpusat menjadi salah satu pemicu meningkatnya potensi wisatawan terpisah. Dalam sistem ini, pengunjung harus memarkirkan kendaraan di kantong parkir khusus, lalu melanjutkan perjalanan menuju bibir pantai menggunakan layanan shuttle gratis.
“Jarak antara sentra parkir dan area pantai cukup jauh. Kondisi ini memperbesar risiko pengunjung terpisah dari rombongannya saat berpindah lokasi,” ujar Sugeng.
Penanganan Cepat Petugas di Lapangan
Meskipun jumlah laporan mencapai belasan, Sugeng memastikan tim di lapangan berhasil menangani seluruh kasus tersebut dengan baik. Petugas bergerak cepat melakukan koordinasi sehingga semua pengunjung yang sempat tersesat kini telah bertemu kembali dengan keluarga masing-masing.
“Alhamdulillah, kami sudah menemukan kembali seluruh orang yang terlaporkan terpisah dari rombongannya,” tambahnya.
Imbauan Pengawasan Keluarga
Pihak Disparbud mengimbau seluruh wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di area wisata Pangandaran yang sangat luas. Sugeng menekankan pentingnya pengawasan melekat, terutama bagi keluarga yang membawa anak kecil atau anggota keluarga lansia di atas 50 tahun.
“Kami meminta pengunjung untuk selalu mengawasi anggota keluarganya. Jangan sampai lengah karena situasi di lapangan sangat ramai,” tegas Sugeng.
Pengetatan pengawasan mandiri dari pihak keluarga menjadi kunci utama agar momen liburan tetap aman dan menyenangkan tanpa insiden kehilangan anggota rombongan.
(Sajidin)



