spot_imgspot_img
Selasa 24 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Puncak Arus Balik di Terminal Tipe A Indihiang Tasikmalaya Berjalan Lancar dan Terkendali

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Arus balik Lebaran 2026 di Terminal Tipe A Indihiang, Tasikmalaya, mulai mencapai puncaknya pada H+3 Idulfitri. Ribuan perantau kini memadati terminal untuk kembali mengadu nasib ke ibu kota dan kota-kota penyangga lainnya dengan suasana yang jauh lebih modern dan nyaman, Selasa (24/3/2026).

Kepala Terminal Tipe A Indihiang, Yosep Yanuar, mencatat lonjakan tertinggi terjadi pada Senin kemarin dengan jumlah penumpang mencapai 7.000 orang. Sementara itu, pada hari ini tercatat sekitar 3.000 penumpang berangkat, sehingga total kumulatif selama periode puncak menembus angka 10.000 orang.

Baca Juga: Libur Lebaran 2026, Volume Sampah di Kota Tasikmalaya Melonjak

Dominasi Tiket Online dan Transparansi Harga

Tren menarik muncul pada musim balik tahun ini, di mana sebanyak 80% penumpang lebih memilih membeli tiket secara daring (online). Wiwin, seorang penumpang tujuan Bekasi asal Salopa, mengaku sistem digital sangat membantunya karena ia tidak perlu mengantre di loket fisik.

“Membeli tiket secara online memudahkan kami menentukan jam keberangkatan langsung dari rumah. Harganya pun transparan, meski ada penyesuaian tarif Lebaran dari Rp95.000 menjadi Rp120.000, kami merasa lebih tenang karena kepastian harganya,” ujar Wiwin.

Fasilitas Hiburan dan Ruang Ramah Anak

Dinas Perhubungan menyulap Terminal Indihiang menjadi ruang publik yang sangat bersahabat bagi keluarga agar waktu tunggu tidak membosankan. Penumpang dapat menikmati berbagai fasilitas unggulan, antara lain:

  • Panggung Hiburan: Area musik dan karaoke untuk melepas penat.
  • Literasi: Perpustakaan mini bagi penumpang yang gemar membaca.
  • Area Bermain: Playground khusus agar anak-anak tidak rewel selama menunggu bus.
  • Apresiasi Pelayanan: Pembagian camilan gratis serta mainan untuk anak-anak sebagai bentuk keramahan petugas.

Manajemen Data Real-Time

Untuk urusan operasional, pihak terminal kini meninggalkan cara manual dan beralih menggunakan aplikasi Terminal Online System (TOS). Sistem ini mendata jumlah penumpang dan armada bus secara real-time yang terkoneksi langsung ke server pusat.

Yosep Yanuar mengakui bahwa kepadatan lalu lintas di jalur nasional masih menjadi tantangan utama yang memicu keterlambatan armada. Namun, pihak terminal terus berkoordinasi secara intensif untuk meminimalkan waktu tunggu penumpang di area keberangkatan.

“Kami mengimbau penumpang untuk selalu menjaga keamanan diri serta barang bawaan. Mari kita budayakan kembali naik bus resmi langsung dari terminal demi keselamatan bersama,” pungkas Yosep Yanuar.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru