JEPANG,FOKUSJabar.id: Kabar membanggakan datang dari ajang prestisius 42nd All Japan Young Koi Show 2026 yang berlangsung di Himeji, Jepang 20–22 Maret 2026. Salah satu penghobi Koi kenamaan asal Indonesia, Hartono Soekwanto, berhasil meraih gelar bergengsi sebagai Baby Champion.
Pencapaian ini menjadi sorotan utama mengingat ketatnya persaingan di kejuaraan dunia tersebut. Ikan yang memenangkan gelar ini merupakan hasil budidaya dari breeder ternama, Miyatake, dan mendapatkan perawatan intensif (handling) dari kolaborasi profesional antara Narita Koi Farm dan Samurai Koi Center.
Baca Juga: Hartono Soekwanto Jalani Terapi Holistik di Ko Samui Thailand, Akui Tubuh Lebih Segar
Meraih gelar Champion di All Japan Young Koi Show bukanlah perkara mudah. Kompetisi ini terkenal memiliki standar penilaian yang sangat tinggi, di mana ribuan koi muda terbaik dari seluruh dunia berkumpul untuk diuji kualitas kulit, postur, hingga pola warnanya oleh juri-juri ahli Shinkokai.
Gelar Baby Champion menandakan bahwa ikan koi Sanke milik Hartono Soekwanto memiliki kualitas warna, pola (pattern), dan bentuk tubuh terbaik di kelasnya.
“Ini luar biasa. Mendapatkan Baby Champion di All Japan Young Koi Show itu sangat susah. Persaingannya sangat ketat karena ini adalah level kejuaraan dunia,” ungkap Hartono Soekwanto.
Kolaborasi Strategis di Balik Kemenangan
Kesuksesan Hartono Soekwanto ini tidak lepas dari sinergi tim yang kuat. Selain kualitas genetik dari Breeder Miyatake, peran handling dari Narita Koi Farm dan Samurai Koi Center menjadi kunci dalam menjaga kondisi ikan tetap prima hingga hari penjurian.
Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara dengan komunitas dan kolektor koi yang diperhitungkan di level internasional.
All Japan Young Koi Show. Berikut adalah beberapa poin utama mengenai ajang tersebut:
- Panggung Kehormatan: Ini adalah salah satu kompetisi paling prestisius di dunia yang diorganisir oleh Shinkokai (Zennippon Nishikigoi Shinkokai), asosiasi profesional pemulia koi di Jepang.
- Kategori Usia: Berbeda dengan All Japan Koi Show umum, ajang ini khusus terfokus pada ikan-ikan muda. (Biasanya dengan batas ukuran tertentu, misalnya di bawah 65 cm atau usia di bawah 3-4 tahun).
- Standar Penjurian Ketat: Penilaian oleh para juri ahli dengan kriteria yang sangat ketat. Meliputi kualitas kulit (skin quality), postur tubuh (body conformation), hingga ketajaman warna dan pola (pattern).
- Tolok Ukur Global: Menang di ajang ini bukan sekadar mendapatkan trofi. Melainkan pengakuan dunia bahwa ikan tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi “Grand Champion” di masa depan saat sudah dewasa.
(Irfansyah)



