CIAMIS,FOKUSJabar.id: Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos WMK Banjarsari berhasil menjinakkan kobaran api yang menghanguskan bangunan dapur milik Salim, seorang pedagang di Dusun Karangpaninggal, Desa Karangpaninggal, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Sabtu (21/3/2026).
Meskipun api melalap habis bangunan dapur, musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga: Kebakaran di Tambaksari Ciamis Kerugian Capai Rp50 Juta, Korban Luka Segera Terima Bantuan
Peristiwa yang terjadi pada dini hari tersebut menyebabkan kerugian materi sekitar Rp5 juta. Hal ini karena material bangunan dapur yang terbuat dari bilik bambu membuat api sangat cepat merambat dan menghanguskan seluruh ruangan.
Kronologi dan Penyebab Kebakaran
Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran Satpol PP Ciamis, Trisyanto, menjelaskan bahwa uap panas dari tungku kayu bakar menjadi dugaan kuat pemicu kebakaran.
Sebelumnya, pemilik rumah menggunakan tungku tersebut untuk memasak daging entog sebagai persiapan bahan dagangan, namun diduga tidak memadamkan sisa api dengan sempurna.
Petugas piket Pos Damkar WMK Banjarsari menerima laporan darurat dari warga sekitar pukul 02.30 WIB.
“Kami langsung menerjunkan satu unit mobil pemadam beserta tiga personel ke lokasi kejadian segera setelah menerima laporan tersebut,” ujar Trisyanto.
Upaya Pemadaman Terukur
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati api sudah membesar dan berkobar di bagian dapur. Personel Damkar segera berjibaku melakukan pemadaman secara intensif guna mencegah si jago merah merembet ke bangunan utama rumah maupun pemukiman warga lainnya.
“Berkat laporan warga yang cepat dan respon sigap personel di lapangan, kami berhasil memadamkan api sebelum meluas ke bangunan lain,” tegas Trisyanto.
Setelah memastikan api padam sepenuhnya, petugas melakukan pendinginan di area puing-puing bangunan guna mengantisipasi munculnya titik api susulan.
Musibah ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih teliti dalam memastikan kondisi kompor atau tungku kayu sebelum meninggalkan dapur. Terutama saat aktivitas memasak sedang tinggi menjelang hari raya.
(Husen Maharaja)



