BANDUNG, FOKUSJabar.id: Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, pergerakan arus mudik di Jawa Barat di perkirakan mengalami peningkatan signifikan.
Wilayah Jabar menjadi salah satu jalur penting dalam perlintasan kendaraan dari Jakarta menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
BACA JUGA:
Jawa Barat Mulai Padat, Arus Mudik Lebaran 2026 Tembus 650 Ribu Kendaraan
Kondisi tersebut membuat Jawa Barat memiliki peran strategis dalam kelancaran arus mudik nasional.
Tingginya mobilitas masyarakat menjelang lebaran turut mendorong peningkatan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan utama.
Kota Bandung menjadi salah satu titik yang paling di sorot. Letaknya yang berada di jalur penghubung utama menjadikan kawasan ini kerap mengalami kepadatan saat musim mudik berlangsung.
Di perkirakan sekitar 8,9 juta warga Jawa Barat akan melakukan perjalanan mudik tahun ini.
Jumlah tersebut berkontribusi pada tingginya pergerakan kendaraan yang juga terjadi secara nasional.
Puncak arus mudik di proyeksikan terjadi hari ini, Rabu (18 Maret 2026). Namun, peningkatan arus lalu lintas sebenarnya sudah mulai terasa sejak beberapa hari sebelumnya.
Kenaikan volume kendaraan cenderung terjadi secara cepat menjelang hari puncak. Hal ini menunjukkan bahwa lonjakan tidak berlangsung perlahan, melainkan meningkat tajam dalam waktu singkat.
BACA JUGA:
Ini Daftar Jalur Rawan Macet di Jawa Barat Saat Arus Mudik Idulfitri 2026
Dari sisi waktu perjalanan, mayoritas pemudik memilih berangkat setelah sahur hingga pagi hari. Periode tersebut menjadi waktu dengan kepadatan lalu lintas tertinggi.
Sementara itu, waktu tengah malam sebelum sahur serta siang hingga malam hari relatif lebih lengang. Kondisi ini kerap di manfaatkan sebagian pemudik untuk menghindari kemacetan.
Jalur tol Jakarta–Bandung melalui Cipularang di prediksi menjadi ruas paling padat. Beberapa titik di jalur ini di kenal rawan terjadi penumpukan kendaraan saat arus meningkat.
Selain tol, jalur arteri di wilayah Bandung Barat hingga Lembang juga menjadi perhatian. Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur alternatif, tetapi juga destinasi wisata yang ramai di kunjungi.
Berbagai upaya pengaturan lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan. Mulai dari penerapan contraflow, sistem satu arah, hingga pembatasan kendaraan berat dilakukan guna menjaga kelancaran arus mudik.
(Jingga Sonjaya)



