spot_imgspot_img
Selasa 17 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan di Jawa Barat

BANDUNG, FOKUSJabar.id: BMKG menjelaskan, musim kemarau di Jawa Barat (Jabar) pada tahun 2026 di perkirakan akan datang lebih awal di bandingkan biasanya.

Selain itu, kondisi musim kering tahun ini juga di prediksi berlangsung lebih kering dari pola iklim normal yang selama ini terjadi di wilayah tersebut.

BACA JUGA:

Sampah Bandung Naik 20 Persen, Wali Kota Bandung Ancam Tutup Lapak PKL yang Nyampah

Prediksi tersebut di sampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Bandung berdasarkan analisis dinamika atmosfer serta pemodelan iklim yang mengacu pada periode klimatologi normal tahun 1991–2020.

Informasi ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah maupun masyarakat. Pasalnya, perubahan pola musim dapat berdampak pada berbagai sektor. Mulai dari ketersediaan air hingga aktivitas pertanian.

Kepala BMKG Kelas I Bandung, Teguh Rahayu menjelaskan, peralihan menuju musim kemarau di Jawa Barat di perkirakan terjadi secara bertahap mulai Maret hingga Juni 2026.

Sebagian besar wilayah di prediksi mulai benar-benar memasuki musim kemarau pada Mei 2026 dengan karakteristik curah hujan yang lebih rendah di bandingkan kondisi rata-rata.

“Secara umum, sebagian besar wilayah Jawa Barat di prediksi mengalami sifat hujan bawah normal, dengan puncak musim kemarau di perkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan durasi kemarau berkisar 13 hingga 15 dasarian. Bahkan cenderung lebih panjang dari normal,” kata Teguh.

Berdasarkan data BMKG, sekitar 56 persen wilayah di Jawa Barat di perkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026.

Sementara itu, sekitar 66 persen wilayah di prediksi mengalami awal musim kemarau yang lebih cepat di bandingkan pola klimatologis biasanya.

BACA JUGA:

Waspada Kemarau di Kota Bandung, BPBD Ingatkan Potensi Kebakaran Rumah dan Hemat Air

Wilayah yang di perkirakan lebih dulu merasakan musim kemarau pada Maret 2026. Di antaranya, sebagian kecil wilayah Bekasi dan Karawang.

Selanjutnya pada April 2026, musim kemarau di prediksi mulai meluas ke sejumlah daerah. Seperti Purwakarta, Subang, Indramayu serta sebagian wilayah Cirebon.

Pada periode Mei hingga Juni 2026, kondisi musim kemarau di perkirakan sudah mencakup sebagian besar wilayah Jawa Barat. Termasuk Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, Majalengka, Kuningan, Ciamis hingga Kota Banjar.

BMKG juga memprediksi sekitar 93 persen wilayah di Jawa Barat akan mengalami kondisi yang lebih kering di bandingkan kondisi normal.

Selain itu, sekitar 81 persen wilayah di perkirakan mengalami musim kemarau dengan durasi yang lebih panjang.

Kondisi tersebut berpotensi memicu sejumlah dampak. Seperti kekeringan meteorologis, berkurangnya pasokan air bersih, gangguan pada sistem irigasi pertanian serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi. Seperti mengelola sumber daya air secara lebih optimal dan menyesuaikan pola tanam di sektor pertanian.

Prediksi musim kemarau ini di harapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan berbagai sektor. Terutama pengelolaan air, pertanian, serta upaya mitigasi bencana di wilayah Jawa Barat menjelang datangnya musim kering tahun 2026.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru