spot_imgspot_img
Senin 16 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dari Gedung ‘Hantu’ Jadi Penyelamat, Eks Pos PPKM Pangandaran Berubah Jadi Pos Kesehatan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan menyulap gedung bekas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) COVID-19 di kawasan Pos 4 menjadi pos layanan kesehatan bagi wisatawan. Inisiatif ini muncul untuk menghidupkan kembali bangunan megah yang selama ini terbengkalai dan terkesan seperti rumah hantu.

Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi, Irna Kusmayanti, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut sudah lama tidak berfungsi secara optimal. Selama ini, gedung tersebut hanya menjadi tempat penitipan alat pengukur gempa milik BMKG.

Baca Juga: Mudik Tenang, Polres Pangandaran Buka Layanan Titip Motor Gratis bagi Warga

“Kami mengefektifkan kembali bangunan eks Pos PPKM ini menjadi pos layanan kesehatan di kawasan destinasi, tepatnya di Pos 4,” ujar Irna saat sesi wawancara, Senin (16/3/2026).

Menangani Titik Rawan Rip Current

Pemilihan lokasi di Pos 4 memiliki alasan strategis yang kuat. Kawasan ini terkenal sebagai titik rawan kecelakaan laut karena sering memunculkan arus balik atau rip current yang sangat membahayakan keselamatan wisatawan saat berenang.

“Pos 4 merupakan lokasi rawan kecelakaan laut akibat faktor ombak. Kehadiran pos ini memungkinkan wisatawan mendapatkan penanganan medis secara cepat. Nantinya, petugas dari Dinas Kesehatan akan berjaga di sana,” jelas Irna.

Pembenahan akses ini juga bertujuan mempercepat proses evakuasi. Jika terjadi kecelakaan, tim medis bisa segera memberikan pertolongan pertama sebelum merujuk wisatawan ke rumah sakit.

Beroperasi Sepanjang Libur Lebaran hingga Akhir Pekan

Rencananya, pos kesehatan ini akan mulai beroperasi tepat setelah salat Idulfitri hingga tanggal 29 Maret selama masa libur Lebaran. Tidak hanya untuk momentum hari raya, Irna memastikan pos ini akan terus berfungsi pada setiap akhir pekan.

“Ke depan, pos ini berpotensi menjadi Puskesmas Pembantu (Pustu) khusus kawasan destinasi. Kami menyerahkan pemanfaatan selanjutnya kepada Dinas Kesehatan agar fasilitas ini tetap berguna bagi publik,” pungkasnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru