spot_imgspot_img
Minggu 15 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Cegah Kekacauan Libur Lebaran, Mahasiswa PMII Tawarkan 5 Strategi Jitu untuk Wisata Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pengurus Cabang PMII Ciamis-Pangandaran resmi melantik jajaran Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STITNU Al Farabi Pangandaran periode ke-VIII. Dalam prosesi tersebut, Riski Idul Rohman mengemban amanah baru sebagai Ketua Komisariat bersama seluruh jajaran pengurusnya.

Momentum pelantikan ini terasa berbeda karena panitia merangkaikannya dengan dialog publik bertema strategis: “Libur Lebaran Tanpa Chaos: Strategi Terpadu Pengamanan, Kebersihan, dan Kenyamanan Wisata di Pangandaran.” Kepengurusan baru ini ingin memperkuat peran mahasiswa dalam merespons isu-isu krusial daerah, terutama manajemen wisata menjelang hari raya.

Baca Juga: Polres Pangandaran Mulai Batasi Operasional Truk Sumbu Tiga Selama Mudik Lebaran 2026

Mahasiswa Punya Tanggung Jawab Moral

Usai pelantikan, Riski Idul Rohman menegaskan bahwa mahasiswa memikul tanggung jawab moral untuk memberikan solusi terhadap persoalan publik. Menurutnya, Pangandaran akan menghadapi lonjakan wisatawan yang sangat masif saat libur Lebaran nanti.

“Tanpa perencanaan matang, lonjakan ini bisa memicu kemacetan parah, tumpukan sampah, hingga hilangnya kenyamanan wisatawan. Lewat dialog ini, kami mendorong langkah strategis agar libur Lebaran berjalan tertib,” ujar Riski, Minggu (15/3/2026).

Lima Gagasan Konkret Cegah Kekacauan Wisata

Guna mencegah potensi kekacauan (chaos), PMII STITNU Al Farabi menyodorkan lima gagasan nyata kepada para pemangku kebijakan:

  1. Rekayasa Lalu Lintas: Menerapkan sistem satu arah (one way) menuju kawasan wisata pada jam-jam rawan kepadatan.
  2. Kantong Parkir Terpadu: Menyediakan area parkir di titik penyangga agar kendaraan tidak menumpuk di pusat keramaian dan area pantai.
  3. Posko Terpadu Lintas Instansi: Membentuk pos koordinasi yang melibatkan aparat, pemerintah, relawan, dan warga untuk mempercepat penanganan di lapangan.
  4. Manajemen Sampah Intensif: Menambah titik tempat sampah sementara serta mengoptimalkan jadwal pengangkutan, terutama di area kuliner dan pesisir.
  5. Edukasi Wisata Bersih: Menggencarkan kampanye informasi agar wisatawan sadar akan pentingnya menjaga kebersihan kawasan.

Riski berharap pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat mempertimbangkan gagasan-gagasan tersebut. Ia ingin PMII STITNU Al Farabi mampu memperkuat sinergi demi menciptakan tata kelola wisata Pangandaran yang lebih baik bagi pengunjung maupun warga lokal.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru