spot_imgspot_img
Sabtu 14 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

OJK Tasikmalaya Gandeng Media Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Berantas Investasi Ilegal

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus memperkokoh sinergi dengan insan media di wilayah Priangan Timur. Langkah ini bertujuan menjaga kemitraan melalui diskusi hangat sekaligus buka puasa bersama di Kantor OJK Tasikmalaya, Jalan H.Z. Mustofa, Sabtu (14/3/2026).

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, memimpin langsung dialog santai tersebut. Ia memberikan berbagai wawasan bermanfaat, mulai dari tips mengatur anggaran keluarga selama Ramadan, strategi pengendalian pengeluaran, hingga keunggulan produk keuangan syariah.

Baca Juga: Si Jago Merah Kembali Mengamuk, Dua Kamar Kontrakan di Sukalaya Tasikmalaya Ludes Terbakar

Nofa menekankan pentingnya mendongkrak literasi dan inklusi keuangan syariah, mengingat aktivitas transaksi masyarakat biasanya melonjak selama bulan suci. Ia mendorong awak media agar lebih masif mengedukasi publik terkait nilai-nilai ekonomi syariah secara berkelanjutan.

“Kami bersinergi untuk memacu pertumbuhan ekonomi syariah. Fokus kami adalah memperkuat ekosistem sektor keuangan, baik perbankan, pasar modal, maupun industri keuangan non-bank,” tegas Nofa Hermawati.

Selain membahas ekonomi syariah, pertemuan ini juga menyoroti maraknya aktivitas keuangan ilegal. Nofa mengakui bahwa meski OJK telah melakukan pengawasan ketat, praktik investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal masih kerap menjerat warga. Ia mencontohkan kasus investasi ilegal di Pangandaran yang baru-baru ini merugikan ribuan orang sebagai peringatan bagi semua pihak.

Guna melindungi masyarakat, OJK melalui Satgas PASTI telah mengambil tindakan tegas. Per Maret 2026, otoritas ini resmi menghentikan operasional lebih dari 951 entitas ilegal yang berpotensi membahayakan keuangan masyarakat.

Nofa pun mengimbau publik agar selalu waspada terhadap tawaran investasi dengan imbal hasil yang tidak logis.

“Masyarakat harus berhati-hati terhadap pinjol dan investasi bodong yang kian merajalela, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan,” pungkasnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru