spot_imgspot_img
Sabtu 14 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Fraksi PDI Perjuangan Sarankan BGN Tutup SPPG Manggungjaya 2 Tasikmalaya

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Nanang Romli menyarankan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menutup sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggungjaya 2 Kecamatan Rajapolah.

Hal tersebut di usulkan Fraksi PDI Perjuangan di karenakan sebelumnya ramai menjadi sorotan terkait menu makanan bergizi gratis (MBG) berkutu di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Pasanggrahan yang penyajiannya di duga oleh dapur SPPG Manggungjaya 2 Rajapolah.

“Melihat menu MBG berkutu dan tidak layak di konsumsi namun di bagikan kepada para pelajar MIS Pasanggrahan itu bisa bahaya bagi kesehatan, bukan malah bergizi,” ungkap Nanang Romli, Sabtu (14/3/2026).

Baca Juga: MBG Berkutu di Tasikmalaya Disajikan Dapur SPPG Manggungjaya 2 Rajapolah?

Dengan demikian, lanjut Nanang Romli, suspend bagi dapur SPPG Manggungjaya 2 Kecamatan Rajapolah harus segera di lakukan BGN. Tujuannya untuk memperbaiki managemennya.

“Menutup dapur SPPG itu kan kewenangan BGN, maka BGN juga harus mengevaluasi dapur SPPG Manggungjaya 2 supaya profesional, jadi kami hanya merekomendasikan untuk di suspend,” jelasnya.

Nanang Romli juga menyayangkan adanya menu Makan Gizi Gratis (MBG) berkutu. Yang di sajikan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggungjaya 2 Kecamatan Rajapolah.

“Tentu saya sebagai anggota DPRD yang mewakili daerah pemilihan (Dapil) 2 termasuk Kecamatan Rajapolah. Sangat prihatin dengan adanya menu MBG berkutu,” ucapnya.

Laporkan Jika MBG Tidak layak di Konsumsi

Tidak hanya itu, Romli juga menghimbau kepada seluruh orangtua murid maupun Guru dan Kepala Sekolah. Untuk segera melaporkan jika menu MBG yang di terima anak didik tidak layak untuk di konsumsi.

Baca Juga: DPRD Tasikmalaya Minta Pemilik Tambang Pasir Ilegal Ditangkap

“Bagi orangtua atau wali murid, segera lapor ke pihak Sekolah atau yang berwenang jika anak-anak mendapatkan menu MBG. Yang tidak layak di konsumsi apalagi makanan berkutu dan berjamur,” tuturnya.

Kenapa harus segera melaporkan, Nanang Romli menambahkan, hal itu supaya ke depan. Program MGB dengan menelan anggaran triliyunan berjalan dengan baik sesuai dengan aturan yang sudah di tentukan.

“Seharusnya malu, program MBG dengan anggaran triliyunan tetapi masih ada menu yang di sajikan dapur SPPG. Makanannya berkutu atau tidak layak di konsumsi anak-anak Sekolah, ini jelas keterlaluan. Maka jika perlu tutup dapur SPPG-nya,” pungkasnya.

(Nanang Yudi)

spot_img

Berita Terbaru