spot_imgspot_img
Jumat 13 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kemenag Rangkul Ratusan Siswa SLB Bandung Raya dalam Gema Ramadan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag menggelar aksi kepedulian bertajuk khotmul Qur’an, tausiyah, dan buka puasa bersama di Sentra Wyata Guna, Kota Bandung, Jumat (13/3/2026). Agenda ini melibatkan sekitar 300 siswa muslim dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Bandung Raya serta 200 guru PAI.

Kolaborasi apik antara Direktorat PAI, Sentra Wyata Guna, Dinas Pendidikan Jawa Barat, dan sejumlah SLB ini bertujuan mempererat silaturahmi. Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenag, Helmi Halimatul Udhma, hadir langsung untuk menyapa para siswa dan guru.

Baca Juga: Ringankan Beban Dapur Warga, Polres Cimahi Lipat Gandakan Stok Beras di Gerakan Pangan Murah

“Ramadan menjadi ruang bagi kita untuk memperkuat kecintaan kepada Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kepedulian kepada anak-anak istimewa ini,” ujar istri Menteri Agama Nasaruddin Umar tersebut.

Helmi menegaskan bahwa setiap pihak memikul tanggung jawab untuk memberikan perhatian dan kasih sayang yang setara bagi siswa berkebutuhan khusus. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para guru PAI di SLB yang mendampingi siswa dengan kesabaran luar biasa.

Dukungan Fasilitas dan Apresiasi Prestasi

Dalam rangkaian acara, Direktorat PAI menggandeng Pertuni Kota Bandung untuk menyelenggarakan aneka lomba, mulai dari Tahsin hingga Cerdas Cermat Moderasi Beragama. Pihak panitia membagikan total hadiah jutaan rupiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas talenta mereka.

Selain hadiah lomba, Kemenag menyerahkan:

  • Bingkisan Lebaran untuk seluruh peserta.
  • Al-Qur’an Braille bagi guru PAI dan anggota Pertuni guna mendukung literasi religi penyandang tunanetra.

Komitmen Negara untuk Pendidikan Inklusif

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari program ‘Menyapa Siswa dan Guru SLB’. Ia menekankan pesan Menteri Agama bahwa negara harus hadir bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan kondisi fisik mereka.

“Anak-anak ini memiliki talenta luar biasa. Ada yang ingin menjadi polisi, pilot, hingga chef. Tugas kami adalah mengawal agar potensi mereka terus berkembang dan cita-cita mereka terwujud,” pungkas Amin.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru