PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bulan Ramadan membawa berkah bagi Adi Nugraha (29), warga Dusun Babakanjaya, Desa Sukajaya, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Di sela pekerjaannya sebagai pegawai P3K paruh waktu di Kecamatan Cimerak, ia berhasil mengembangkan usaha rumahan olahan sale pisang yang kini mampu menghasilkan keuntungan hingga jutaan rupiah setiap bulan.
Adi mulai merintis usaha tersebut sekitar satu tahun lalu bersama keluarganya. Ia melihat banyaknya hasil panen pisang dari petani di wilayah Cimerak yang belum diolah secara maksimal. Dari situ muncul ide untuk membuat sale pisang agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Baca Juga: Bupati Pangandaran Pimpin Rakor Lebaran 2026, Fokus Antisipasi Lonjakan Wisatawan dan Pemudik
“Awalnya hanya coba-coba karena di sini pisang banyak sekali. Saya berpikir lebih baik kita olah supaya harganya lebih bagus,” kata Adi, Kamis (12/3/2026).
Dalam menjalankan usahanya, Adi membeli pisang langsung dari petani setempat. Setelah itu, ia bersama keluarga mengolahnya secara tradisional menjadi sale pisang dengan rasa khas.
Seluruh proses produksi di rumah secara gotong royong, mulai dari mengupas pisang, menjemur hingga kering, sampai tahap pengemasan.
Produk sale pisang buatannya pemasarannya kini ke berbagai warung di wilayah Pangandaran. Selain itu, Adi juga menerima pesanan langsung dari pelanggan melalui WhatsApp untuk memperluas jangkauan penjualan.
Program MBG Tidak Mempengaruhi Usaha Sale
Menurut Adi, keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memengaruhi usaha yang ia jalankan karena produk sale pisang tidak termasuk dalam menu program tersebut.
“Alhamdulillah usaha tetap lancar. Sale pisang tidak masuk program MBG, jadi tidak berpengaruh. Kalau warung mungkin saya kurang tahu,” ujarnya.
Memasuki bulan Ramadan, permintaan sale pisang meningkat cukup tajam. Banyak warga membeli produk tersebut untuk camilan berbuka puasa maupun oleh-oleh.
“Kalau Ramadan biasanya pesanan bertambah. Bisa kirim ke banyak warung, jadi penghasilan juga ikut naik,” katanya.
Dari usaha rumahan tersebut, Adi mampu memperoleh keuntungan lebih dari Rp1 juta setiap bulan. Ia berharap usahanya terus berkembang dan dapat membantu meningkatkan perekonomian petani pisang di daerahnya.
“Alhamdulillah di bulan Ramadan ini sale pisang kami laris. Penghasilan juga bertambah,” pungkasnya.
(Sajidin)


