BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengerahkan ratusan personel untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Petugas akan berjaga di sejumlah titik rawan macet, pusat aktivitas masyarakat, serta jalur menuju kawasan wisata.
Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian, menyebut total 701 personel turun langsung ke lapangan. Petugas ditempatkan di sekitar 36 hingga 42 persimpangan jalan, ruang kendali ATCS, serta beberapa lokasi yang memerlukan pengawasan khusus seperti Flyover Ciroyom dan kawasan Nurtanio.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Bulog dan Disdagin Bandung Sidak Pasar Astana Anyar, Harga Masih Stabil
“Kami menurunkan 701 personel. Mereka bertugas di puluhan simpang jalan, di ATCS, dan di titik-titik yang bersifat situasional, termasuk di Flyover Ciroyom dan Nurtanio,” ujar Rasdian, Rabu (11/3/2026).
Dishub menempatkan personel di berbagai titik strategis untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Terutama di jalur yang sering mengalami kepadatan saat musim mudik. Penugasan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Perhubungan dan Korlantas Polri terkait pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran.
Dalam aturan tersebut, pengamanan arus mudik berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Lebaran, atau sejak 12 Maret sampai 25 Maret 2026.
“Kalau mengacu pada SKB Menteri Perhubungan dan Korlantas, pengaturan lalu lintas mulai dari H-7 sampai H+7 Lebaran,” jelasnya.
Memperpanjang Masa Pengawasan
Namun Dishub Kota Bandung memperpanjang masa pengawasan hingga 29 Maret 2026. Mengambil langkah tersebut karena pergerakan kendaraan dalam perkiraan masih tinggi setelah puncak arus balik.
“Kami memperpanjang pengawasan sampai 29 Maret karena arus balik biasanya masih padat. Kami harus menyiapkan personel dan pengaturan di lapangan lebih lama,” kata Rasdian.
Ia menegaskan seluruh bidang di lingkungan Dishub ikut terlibat dalam pengamanan. Mulai dari bidang angkutan, lalu lintas, Satuan Pengawas Transportasi (SPT), hingga bidang Pengendalian Operasional (Dalop).
Menurut Rasdian, bidang Dalop menjadi yang paling banyak terjun. Tentunya karena berperan langsung dalam pengaturan lalu lintas di persimpangan dan titik rawan kemacetan.
“Semua bidang kami libatkan, terutama Dalop karena mereka bertugas langsung di simpang-simpang jalan. Baik saat arus mudik maupun arus balik,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)


