spot_imgspot_img
Selasa 10 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Waduh! Fenomena Bunuh Diri di Kota Bandung Meningkat

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti meningkatnya fenomena percobaan bunuh diri di Kota Bandung yang di nilai menjadi tanda tingginya tingkat stres dan depresi di kalangan masyarakat.

Menurutnya, hampir setiap pekan terdapat laporan warga yang mencoba mengakhiri hidup, terutama di kawasan Jembatan Pasupati. Kondisi tersebut di nilai sangat mengkhawatirkan dan tidak bisa lagi di abaikan.

“Fenomena bunuh diri di Kota Bandung ini menunjukkan bahwa tingkat stres dan depresi warga sudah tidak bisa di abaikan lagi. Hampir setiap minggu selalu ada saja orang yang berusaha bunuh diri, khususnya di Jembatan Pasupati,” kata Farhan Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Soal Tugu Sepatu Cibaduyut, Ini Janji Wali Kota Bandung

Sebagai upaya pencegahan, pihaknya mengintruksikan kewilayahan untuk melakukan patroli rutin setiap hari di kawasan tersebut. Namun, Farhan mengakui patroli tidak selalu bisa menjamin pencegahan secara menyeluruh.

“Forkopimcam Bandung Wetan melakukan patroli rutin setiap hari di kawasan tersebut. Namun, patroli tentu ada kemungkinan meleset. Kalau patroli meleset dan ternyata ada yang terjun, itu sangat berbahaya,” katanya.

Oleh karna itu, Pemerintah Kota Bandung berupaya melakukan langkah pencegahan sejak dini, salah satunya melalui lingkungan pendidikan.

Berdasarkan hasil survei, terdapat sekitar 75 ribu pelajar di Kota Bandung, mulai dari tingkat SD hingga SMA, yang mengalami stres ringan hingga depresi berat.

Farhan menjelaskan, tindakan bunuh diri umumnya tidak terjadi secara spontan. Biasanya seseorang telah mengalami depresi berat dalam jangka waktu cukup lama.

“Biasanya mereka sudah mengalami depresi selama dua tahun terakhir atau bahkan lebih dengan tekanan yang sangat kuat. Jadi bunuh diri itu hampir tidak pernah terjadi secara spontan,” ungkapnya.

Layanan Psikolog di Puskesmas

Untuk itu, penanganan masalah kesehatan mental perlu di lakukan sejak awal dan melibatkan berbagai pihak.

Saat ini Pemerintah Kota Bandung juga menunggu program dari Kementerian Kesehatan yang akan menempatkan psikolog klinis di puskesmas. Nantinya, layanan psikologis tersebut di harapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan mental.

Baca Juga: Nasib Bandung Zoo Belum Jelas, Komite Pengelola Baru Masih Disiapkan

“Saat ini saya sedang menunggu program dari Kementerian Kesehatan yang akan menempatkan psikolog klinis untuk praktik di puskesmas. Jadi di puskesmas nanti akan ada layanan psikologis,”ujarnya.

Selain memberikan layanan kepada masyarakat, para psikolog tersebut juga akan melatih guru bimbingan konseling (BK) agar mampu mengidentifikasi siswa yang mengalami gangguan psikologis sejak dini.

“Para psikolog juga akan melatih guru BK agar memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi murid-murid yang mengalami gangguan psikologis,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru