spot_imgspot_img
Senin 9 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Diidap Vidi Aldiano Sejak 2019

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu musisi terbaiknya setelah penyanyi sekaligus penulis lagu Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, dalam usia 35 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal yang pertama kali terdiagnosis pada tahun 2019.

Sejak menerima diagnosis tersebut, Vidi menjalani berbagai proses pengobatan intensif. Dokter sempat melakukan operasi pengangkatan salah satu ginjal dan terus memantau kondisi kesehatannya secara berkala selama masa perawatan.

Baca Juga: Profil Sheila Dara Aisha, Perjalanan Karier dan Kisah Cintanya dengan Vidi Aldiano

Kepergian musisi tersebut kembali mengingatkan masyarakat tentang bahaya kanker ginjal, penyakit serius yang menyerang organ vital yang berfungsi menyaring limbah dari darah sekaligus menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Pada orang dewasa, jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan yaitu renal cell carcinoma, yakni kanker yang berkembang dari sel-sel penyaring darah di dalam ginjal. Penyakit ini muncul saat sel abnormal tumbuh tidak terkendali hingga membentuk tumor.

Para ahli menyebut penyebab kanker ginjal tidak selalu dapat ditentukan secara pasti. Namun sejumlah penelitian menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit tersebut.

1. Kebiasaan merokok

Merokok menjadi salah satu faktor risiko terbesar. Zat kimia dari asap rokok masuk ke aliran darah lalu disaring oleh ginjal. Paparan dalam jangka panjang dapat merusak sel ginjal dan memicu perubahan genetik yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

2. Obesitas atau kelebihan berat badan

Berat badan berlebih memicu perubahan hormon dalam tubuh, termasuk peningkatan insulin dan faktor pertumbuhan tertentu yang dapat merangsang pertumbuhan sel abnormal. Kondisi ini juga sering berkaitan dengan gangguan metabolisme yang memengaruhi kesehatan ginjal.

3. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Hipertensi yang berlangsung lama dapat merusak pembuluh darah di dalam ginjal. Kerusakan tersebut berpotensi memicu perubahan jaringan yang kemudian berkembang menjadi tumor.

4. Faktor genetik atau riwayat keluarga

Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit yang sama. Beberapa kelainan genetik tertentu juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap kanker.

5. Penyakit ginjal kronis dan dialisis jangka panjang

Penderita penyakit ginjal kronis, terutama yang harus menjalani dialisis dalam waktu lama, memiliki kemungkinan lebih besar terkena kanker ginjal. Kerusakan jaringan yang berlangsung terus-menerus dapat memicu pertumbuhan sel abnormal.

6. Paparan bahan kimia berbahaya

Paparan zat kimia seperti kadmium, arsenik, dan pelarut industri di lingkungan kerja juga berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker ginjal.

Memahami berbagai faktor risiko tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan. Pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, serta menghindari kebiasaan berisiko dapat membantu menjaga kesehatan ginjal sejak dini.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru