BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Terminal Cicaheum Kota Bandung menyiapkan 165 armada bus untuk melayani ribuan pemudik yang akan pulang ke kampung halaman di berbagai daerah di Pulau Jawa.
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan pelayanan kepada pemudik dapat berjalan lancar dan aman selama periode arus mudik.
“Untuk Terminal Cicaheum, kami menyiapkan sekitar 165 armada. Selain itu juga ada armada bantuan atau cadangan yang bekerja sama dengan Perum DAMRI. Total kapasitas kursi yang di sediakan di Terminal Cicaheum mencapai sekitar 7.875 seat atau tempat duduk,”kata Asep, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Ramadan, Bio Farma Salurkan Bantuan Sosial Rp2 M
Menurutnya, sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur masih menjadi tujuan utama pemudik yang berangkat dari Bandung, seperti Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Surabaya.
Terminal Cicaheum sendiri melayani puluhan trayek perjalanan, baik Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
“Terminal Cicaheum melayani sekitar 36 trayek. Untuk AKAP ada sekitar 106 trayek, sedangkan untuk AKDP sekitar 59 trayek,” katanya.
Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang, pihak terminal juga bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait. Di antaranya tim kesehatan dari Pemerintah Kota Bandung dan tim penguji kendaraan dari Dinas Perhubungan Kota Bandung.
Setiap bus yang akan beroperasi di wajibkan menjalani pemeriksaan atau ramp check sebelum di berangkatkan. Pemeriksaan tersebut meliputi dokumen kendaraan, kondisi teknis bus, hingga pemeriksaan kesehatan pengemudi.
“Setiap armada yang akan di berangkatkan akan di periksa terlebih dahulu, mulai dari dokumen kendaraan, kondisi teknis bus, hingga kesehatan pengemudinya,” ungkapnya.
27 Ribu Orang
Berdasarkan data tahun lalu, jumlah penumpang yang di berangkatkan dari Terminal Cicaheum selama periode arus mudik mencapai sekitar 27 ribu orang.
Tahun ini jumlah tersebut di perkirakan meningkat seiring tingginya minat masyarakat untuk pulang ke kampung halaman.
Asep memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-2 Lebaran. Sementara itu, kegiatan ramp check telah di lakukan sejak awal Maret dan akan berlangsung hingga H+7 Lebaran.
Baca Juga: Muhammad Farhan: Proyek Galian Trotoar Harus Selesai 12 Maret
Terkait harga tiket, pihak terminal menyerahkan penentuan tarif kepada masing-masing perusahaan otobus, namun tetap harus mengikuti ketentuan batas atas dan batas bawah yang telah di tetapkan pemerintah.
Berdasarkan pemantauan di lapangan serta komunikasi dengan sejumlah perusahaan otobus, tiket keberangkatan pada pertengahan Maret mulai banyak di pesan masyarakat.
“Untuk keberangkatan sekitar tanggal 17 Maret, banyak tiket yang sudah hampir habis terjual, terutama untuk tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur,”pungkasnya.
(Yusuf Mugni)


