TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Bulan Ramadan kerap membawa berkah bagi para pelaku usaha. Tak terkecuali pengusaha camilan/makanan ringan dan aneka keripik di Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar).
Sejumlah pengusaha Camilan kebanjiran order di bulan penuh berkah ini. Salah satunya, Mak Enur warga Gunung Mareme, Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.
BACA JUGA:
Menu MBG Berjamur, Dibenarkan Ketua Komite SDN 2 Leuwibudah Tasikmalaya
Usaha yang Dia geluti puluhan tahun itu setiap bulan Ramadan selalu kebanjiran order pesanan.
Selama bulan suci Ramadan, Mak Enur harus memproduksi 50-70 kg makanan olahan. Mulai dari keripik singkong, talas, pisang, seroja, opak, rengginang dan makanan lainnya.
“Produksi setiap hari hingga mencapai 70 kg. Alhamdulilah selalu habis terjual. Ini berkah bulan ramadan,” ungkap Mak Enur.
Menurut Dia, banyaknya pesanan karena masyarakat butuh makanan camilan untuk hidangan tamu yang sedang bertamu dan silaturahmi saat lebaran nanti.
“Makanan ringan cocok untuk tamu yang sedang bersilaturahmi ke rumah saat lebaran,” ujarnya.
Hasil produksi Camilan Mak Enur di jual dengan harga bersahabat. Kemasan per 1 kg dia jual Rp40-50 ribu dan kemasan 0,5 kg seharga Rp25 ribu.
“Alhamdulillah semua pesanan konsumen dapat di penuhi,” imbuhnya.
Mak Enur mengaku, permintaan aneka keripik hasil produksinya terus menggeliat. Namun, kapasitas produksi terkendala modal, tempat dan pekerja.
“Ramadan memang selalu menjadi momen menghasilkan cuan banyak. Mereka pesan ada yang buat konsumsi sendiri dan untuk di jual lagi,” kata Dia.
BACA JUGA:
Selain Menu MBG Berkutu, Jamuran, Ada Juga Roti Kadaluarsa di Tasikmalaya
Enur berharap,ke depan bisa meningkatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat.
Dia berniat memasarkan hasil olahannya ke super market dan proses online. Namun Enur mengaku belum mengetahui cara pemasarannya.
“Sebenarnya saya tertarik untuk mencoba menawarkan produk ke toko atau super market. Namun terus terang saya belum tahu caranya,” kata Mak Enur.
Dia berharap, Pemda melalui dinas terkait bisa turun tangan membantu untuk memasarkan dan mengembangkan usaha Camilan yang Dia gelutinya sejak tahun 2002.
(Seda)


