BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di Kota Bandung hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Kepastian itu disampaikan menyusul meningkatnya harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Farhan mengaku terus memantau perkembangan situasi global tersebut, termasuk kabar mengenai dua kapal milik Pertamina yang dilaporkan tertahan di kawasan Selat Hormuz. Menurutnya, kondisi itu memang berpotensi memengaruhi harga minyak di pasar internasional.
Baca Juga: Isu Selat Hormuz Mencuat, Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Bandung Tetap Stabil
“Sejauh ini tidak ada masalah dengan pasokan BBM. Namun terus terang saya juga mengikuti perkembangan harga minyak dunia yang sedang naik. Apalagi ada laporan dua kapal Pertamina tertahan di Selat Hormuz,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (6/3/2026).
Meski demikian, Farhan menilai dampak dari situasi geopolitik tersebut tidak akan langsung terasa dalam waktu dekat. Ia menjelaskan, perubahan harga minyak global umumnya baru memberikan pengaruh terhadap pasokan energi dalam beberapa bulan ke depan.
“Biasanya dampak perubahan harga minyak atau distribusi yang tertahan itu baru terasa sekitar tiga bulan ke depan, bukan langsung hari ini,” katanya.
Farhan menambahkan, berdasarkan informasi dari Pertamina, pendistribusian BBM untuk wilayah Kota Bandung masih berjalan normal hingga saat ini.
“Dari laporan Pertamina, distribusi BBM untuk Kota Bandung masih aman dan suplainya tetap terjaga,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa jenis BBM di Indonesia memang mengikuti dinamika harga pasar internasional. Jenis bahan bakar tersebut antara lain Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex.
Selain BBM, Farhan memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat Kota Bandung juga berada dalam kondisi aman.
“Termasuk LPG, kondisinya sangat aman. Jadi meskipun ada kekhawatiran akibat situasi global, masyarakat Bandung tidak perlu panik,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)


