spot_imgspot_img
Sabtu 7 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Meski Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Jamin BBM Subsidi Tak Naik Sampai Idul Fitri

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil hingga Hari Raya Idulfitri 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah kenaikan harga minyak dunia yang dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas harga energi dalam negeri, terutama menjelang periode mudik Lebaran yang biasanya diikuti lonjakan konsumsi BBM oleh masyarakat.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Meski Harga Minyak Dunia Naik

Pemerintah juga berupaya memastikan masyarakat tetap memperoleh energi dengan harga terjangkau sekaligus menjaga kelancaran distribusi selama masa libur Idulfitri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan hingga Lebaran.

“Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan sampai Hari Raya tidak ada kenaikan apa pun, sekalipun terjadi kenaikan harga minyak akibat konflik Israel, Amerika, dan Iran,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Sementara itu, pemerintah tetap menerapkan mekanisme penyesuaian harga untuk BBM non-subsidi. Penetapan harga jenis BBM tersebut mengikuti dinamika pasar sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022 tentang formula harga BBM umum.

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah juga memastikan pasokan energi nasional berada dalam kondisi aman menjelang arus mudik Lebaran.

Stok BBM dan LPG Mencukupi

Bahlil menyebutkan stok BBM dan LPG nasional saat ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami sudah mengantisipasi kebutuhan menjelang Idulfitri. Insyaallah stok BBM maupun LPG aman, sehingga masyarakat tidak perlu ragu meskipun ada dinamika global antara Iran dan Israel,” katanya.

Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga guna memastikan distribusi energi berjalan lancar selama masa libur Lebaran.

Di sisi lain, pemerintah mewaspadai potensi dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap jalur perdagangan minyak dunia, terutama di kawasan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak global.

Sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah. Untuk mengurangi risiko gangguan pasokan, pemerintah mengalihkan sebagian sumber impor minyak mentah ke sejumlah negara lain. Seperti Afrika, Australia, dan Amerika Serikat.

“Pasokan minyak mentah untuk kilang dalam negeri tetap terjaga. Karena kita sudah mengalihkan sumber impor ke negara-negara yang tidak melalui Selat Hormuz,” jelas Bahlil.

Untuk kebutuhan BBM jenis bensin seperti RON 90, RON 92, RON 95, dan RON 98, Indonesia mengimpor dari kawasan Asia Tenggara sehingga tidak terdampak langsung oleh situasi geopolitik di Timur Tengah.

Sementara itu, kebutuhan solar nasional saat ini tidak lagi bergantung pada impor karena telah dipenuhi oleh produksi kilang domestik.

Pemerintah mencatat cadangan BBM nasional berada pada kisaran aman sekitar 23 hari kebutuhan. Pemerintah juga menjaga stok tersebut agar tidak turun di bawah batas aman minimal 21 hari.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan peningkatan cadangan energi nasional hingga mencapai tiga bulan kebutuhan. Salah satu langkah yang disiapkan yakni pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) baru di sejumlah wilayah strategis.

“Bapak Presiden meminta agar cadangan BBM kita bisa mencapai tiga bulan kebutuhan. Salah satu opsi terbaik adalah membangun fasilitas penyimpanan di wilayah Sumatera,” ujar Bahlil.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru