PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kemegahan Masjid Besar Al-Istiqomah Pangandaran tidak hanya menjadi pusat ibadah masyarakat, tetapi juga menyimpan sejarah panjang perjuangan para pendiri serta keluarga yang mewakafkan lahannya.
Masjid yang berdiri di atas lahan sekitar 5.000 meter persegi ini dibangun di atas tanah wakaf milik keluarga Susi Pudjiastuti. Orang tua Susi, Ahmad Karlan dan Suwuh Lasminah, menyerahkan lahan tersebut sepenuhnya untuk kepentingan ibadah masyarakat.
Baca Juga: 15 Hari Terendam Banjir, Warga Anggaraksan Pangandaran Kesulitan Air Bersih
Pembangunan masjid dimulai pada 1974 dengan pengelolaan awal berada di bawah Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila. Sejak saat itu, masjid tersebut berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan di Pangandaran.
Sekretaris Umum DKM Masjid Besar Al-Istiqomah, Majid Murdiansah, membenarkan sejarah wakaf tersebut. Menurutnya, seluruh area masjid, mulai dari bangunan utama hingga halaman dan area parkir, berasal dari tanah wakaf keluarga Susi.
“Bangunan, halaman, taman sampai area parkir semuanya berdiri di atas tanah wakaf dari kakek dan orang tua Ibu Susi. Luasnya sekitar 5.000 meter persegi lebih,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Selain menyimpan sejarah pembangunan, masjid ini juga menjadi saksi peristiwa besar saat Tsunami Pangandaran 2006 melanda wilayah tersebut.
Ketika gelombang tsunami menerjang kawasan pantai Pangandaran, masjid ini berubah menjadi tempat evakuasi bagi warga. Meski berjarak sekitar 1,8 kilometer dari bibir pantai, lokasi masjid terbukti aman dari terjangan gelombang.
“Masjid ini menjadi saksi ketegangan warga saat tsunami 2006. Tempat ini menjadi lokasi evakuasi karena aman dari jangkauan gelombang,” kenang Majid.
Sempat Jadi Penampungan Jenazah Tsunami Pangandaran
Saat peristiwa tersebut terjadi, warga menyelamatkan diri ke lantai dua bangunan masjid. Area belakang masjid yang kini menjadi tempat wudu bahkan sempat berfungsi sebagai lokasi pemandian jenazah korban tsunami.
Beberapa jenazah korban juga sempat disemayamkan sementara di dalam peti kemas milik Susi Pudjiastuti sebelum dimakamkan.
Kini, Masjid Besar Al-Istiqomah terus aktif menggelar berbagai kegiatan keagamaan. Pada bulan Ramadan, masjid ini penuh dengan pelajar dan kelompok kajian yang mengikuti tadarus, tausiah, hingga program hafalan Al-Qur’an di bawah bimbingan Al Imron Rosyadi.
Selain menjadi pusat kegiatan ibadah, lokasi masjid yang berada di jalur utama Pangandaran juga menjadikannya tempat singgah favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.
(Sajidin)


