TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana hangat dan penuh keceriaan menyelimuti Restoran Asep Stroberi, Rabu (4/3/2026). Ratusan anak yatim piatu dari berbagai wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya berkumpul dalam kegiatan santunan Ramadan yang digagas para istri dokter.
Para perempuan yang tergabung dalam Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Tasikmalaya menginisiasi aksi sosial tersebut sebagai bentuk kepedulian di bulan suci 1447 Hijriah. Mereka membagikan paket sembako, perlengkapan sekolah, serta uang kadeudeuh untuk membantu kebutuhan anak-anak.
Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Matangkan Strategi Hidupkan Bandara Wiriadinata
Sejak awal acara, raut bahagia terpancar dari wajah para peserta. Anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, terutama saat menerima bantuan yang telah disiapkan.
Ketua IIDI Tasikmalaya, Prima Nanda Farid, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud empati dan komitmen para istri dokter untuk terus hadir membantu sesama, khususnya anak-anak yatim dari keluarga kurang mampu.
“Kami ingin meringankan beban mereka sekaligus menumbuhkan motivasi agar tetap semangat belajar. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus tumbuh sehat, cerdas, dan percaya diri,” ujarnya.
Tidak hanya menyalurkan bantuan, panitia juga mengisi kegiatan dengan edukasi kesehatan. Para istri dokter memberikan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang untuk pertumbuhan serta cara merawat kesehatan gigi dengan benar.
Mereka mengajarkan kebiasaan sederhana namun penting, seperti menyikat gigi minimal dua kali sehari setelah makan dan sebelum tidur. Anak-anak pun mengikuti sesi ini dengan penuh perhatian.
Prima menekankan bahwa edukasi kesehatan memiliki peran besar dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, anak yang sehat dan cerdas akan menjadi aset berharga bagi masa depan bangsa.
“Kami berharap mereka terus semangat belajar, rajin beribadah, serta tumbuh menjadi generasi yang unggul. Kemudian dapat berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.
Melalui kegiatan ini, IIDI Tasikmalaya tidak hanya berbagi materi, tetapi juga menanamkan harapan. Terlebih semangat bagi anak-anak agar berani bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik.
(Seda)


