PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kabut tipis perlahan turun menyelimuti perbukitan saat pagi menyapa Bukit Panenjoan. Hamparan sawah hijau, aliran sungai yang membelah lembah, serta pepohonan rindang menciptakan lanskap yang memanjakan mata dari ketinggian.
Destinasi ini berada di Desa Kersaratu, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, hanya beberapa kilometer dari Pantai Pangandaran. Akses jalan menuju lokasi relatif mudah untuk kendaraan roda dua maupun roda empat lalui, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir soal perjalanan.
Baca Juga: Rumah Nek Cani Warga Ciparakan Pangandaran Dibongkar Untuk Gedung KDMP
Dari puncak bukit, wisatawan dapat menikmati panorama alam luas yang mengarah langsung ke birunya Samudera Hindia. Saat pagi hari, kabut putih kerap menyelimuti area perbukitan, menciptakan suasana bak negeri di atas awan. Menjelang sore, langit berubah jingga menghadirkan momen matahari terbenam yang memesona.
Pengunjung biasa menghabiskan waktu dengan menyeruput kopi hangat dan mencicipi jajanan dari pelaku UMKM setempat. Pada malam hari, gemerlap lampu memperindah suasana, menjadikan Bukit Panenjoan pilihan menarik untuk berkemah bersama keluarga atau sahabat.
Warga sekitar melihat potensi alam tersebut sebagai peluang untuk menggerakkan ekonomi lokal. Mereka terus mempercantik kawasan dengan menambah fasilitas sederhana agar pengunjung merasa nyaman.
Pengembangan Bukit Panenjoan Pangandaran
Salah satu warga Sidamulih, Asep Suhendar, mengaku terdorong mengembangkan Bukit Panenjoan agar lebih tertata dan menarik.
“Siapa saja boleh datang ke sini. Tempatnya nyaman, fasilitas ada, dan harganya terjangkau,” ujar Asep, Selasa (3/2/2026).
Ia juga aktif mempromosikan berbagai fasilitas dan keindahan panorama melalui media sosial untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Tak hanya sebagai destinasi rekreasi, Bukit Panenjoan juga mulai dilirik sebagai lokasi olahraga dirgantara. Anwar Permana, pelatih nasional paralayang asal Bogor, mengaku tertarik menjadikan bukit tersebut sebagai titik latihan dan penyelenggaraan event.
Menurut Anwar, dengan dukungan pemerintah daerah, timnya siap melakukan survei untuk mengkaji kelayakan lokasi terbang dan area pendaratan. Ia menyebut lapangan milik TNI Angkatan Udara atau kawasan Batu Hiu sebagai alternatif titik pendaratan.
Jika rencana itu terealisasi, Bukit Panenjoan berpotensi menarik atlet dan penghobi paralayang dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. Kehadiran event olahraga dirgantara diyakini dapat mendongkrak kunjungan wisata sekaligus memperkuat posisi Pangandaran sebagai destinasi alam unggulan.
Bukit Panenjoan kini bukan sekadar tempat menikmati pemandangan, melainkan ruang baru bagi tumbuhnya ekonomi, wisata, dan olahraga di Pangandaran.
(Sajidin)


