spot_imgspot_img
Senin 2 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gubernur Jabar Pinjamkan Alphard ke Wali Kota Banjar

BANJAR, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali bikin aksi nyentrik. Kali ini, ia meminjamkan mobil dinas operasionalnya, Toyota Alphard, kepada Wali Kota Banjar, Sudarsono.  

Langkah itu di ambil setelah Sudarsono mengeluh mobil dinas lamanya kerap mogok, sementara anggaran Pemkot Banjar tak cukup untuk membeli unit baru di tengah instruksi pengetatan belanja daerah.  

“Kasihan tidak boleh membeli mobil dinas, nggak ada anggarannya. Mobilnya mogok, nih saya kasih dari provinsi,” kata Dedi dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).  

Baca Juga: Wali Kota Banjar Minta Keluarga Korban Lapor Polisi

Pria yang sering di sebut KDM (Kang Dedi Mulyadi) itu menegaskan, Alphard yang di pinjamkan bukan hasil pengadaan baru, melainkan kendaraan dinas yang selama ini ia gunakan sendiri.  

“Mobil saya kasih pinjam, kecuali pacar nggak akan di pinjamkan,” ujarnya di sambung tawa.  

Sentil Anggaran Mewah Rp 8,5 Miliar

Aksi KDM ini seolah jadi antitesis kebijakan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang belakangan di sorot publik. Rudy memicu polemik setelah muncul alokasi anggaran Rp 8,5 miliar untuk satu unit mobil dinas pimpinan daerah dalam APBD 2025.  

Berbanding terbalik, KDM mengaku sudah melakukan efisiensi besar-besaran sejak di lantik 20 Februari 2025. 

Ia bukan hanya membagikan kendaraan dinas di Gedung Pakuan kepada jajaran Sekda hingga staf umum, tapi juga memangkas berbagai pos anggaran pribadi gubernur.  

Baca Juga: Hadeuh! Kondom Bekas Berserakan di Banjar Water Park

Efisiensi yang di klaim mencapai hampir 40 persen itu mencakup:  

– Anggaran baju dinas Rp 150 juta di hapus total.  

– Kunjungan luar negeri Rp 1,5 miliar di hapus total.  

– Perjalanan dinas dipangkas dari Rp 1,8 miliar jadi Rp 700 juta.  

KDM mengaku kini lebih nyaman menggunakan mobil pribadi untuk aktivitas sehari-hari ketimbang fasilitas mewah negara. Ia berharap langkah ini bisa jadi contoh bagi kepala daerah lain di Jabar agar lebih memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan rakyat daripada fasilitas jabatan.  

(Budiana Martin)

spot_img

Berita Terbaru