TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Budi Ahdiat angkat bicara terkait ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Belum mengantongi izin persetujuan bangunan gedung (PBG), tetapi dapur MBG sudah beroperasi.
Menurut Budi Ahdiat, seluruh dapur makan bergizi gratis (MBG) harus mengantongi izin PBG. Yang di keluarkan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Tasikmalaya.
“Semuaya (Dapur MBG-red) harus punya izin (PBG), karena sebelum di bangun oleh pihak dapur MBG melalui yayasan. Itu harus menjadi persyaratan, dan surat tanah dan lainnya harus jelas,” ungkap Budi Ahdiat, Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga: Orangtua Siswa di Margalaksana Tasikmalaya Keluhkan Roti MBG Berjamur
Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepulloh menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya sudah berkoordinasi dengan koordinator SPPG.
“Karena memang syarat pendirian SPPG harus memenuhi unsur antara lain, PBG, SLHS dan IPAL juga yang lainnya. Jadi sikap kita normatif yaitu semua izin harus semuanya ada,” jelas Asep Saepuloh.
Satgas MBG Harus Beri Arahan dan Evaluasi
Maka dengan ratusan dapur MBG yang belum mengantongi izin PBG, lanjut Asep, Komisi IV mendorong Satuan Tugas (Satgas) MBG. Untuk terus memberikan arahan juga evaluasi terhadap seluruh SPPG di Kabupaten Tasikmalaya.
“Kenapa Satgas MBG harus selalu memberikan arahan dan evaluasi. Karena ini merupakan awal dari pelayanan terhadap KPM atau penerima manfaat,” tuturnya.
Jadi, Asep menegaskan bahwa Satgas MBG adalah garda terdepan untuk selalu bergerak juga mengawasi. Segala bentuk hal yang menjadi persyaratan pendirian dapur MBG.
Baca Juga: Ratusan Dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya Belum Kantongi Izin PBG
“Jadi kami Komisi IV juga mengharapkan ada maping yang jelas. Terkait dengan kebutuhan dapur MBG atau SPPG di Kabupaten Tasikmalaya,” tegas politisi Partai Golkar ini.
Asep juga menyampaikan bahwa saat ini keberadaan SPPG di Kabupaten Tasikmalaya sudah tidak terkontrol. Pada awal jumlah dapur MBG jumlahnya ada 185.
“Pas pertama itu ada 185 dapur MBG, sekarang itu jumlahnya hampir 300 dapur lebih. Maka kami berharap ada maping yang jelas terkait MBG ini,” ujarnya.
(Nanang Yudi)


