spot_imgspot_img
Jumat 27 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Harga Bawang Merah Melonjak, Pelaku UMKM Keripik di Pangandaran Tertekan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Lonjakan harga barang kebutuhan pokok dan barang penting (Bapokting), khususnya bawang merah, mulai memberi tekanan serius bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Pangandaran. Kenaikan harga tersebut dirasakan langsung oleh pelaku UMKM yang menggantungkan produksi pada komoditas tersebut.

Salah satunya Ariz (36), pengusaha keripik bawang asal Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang. Ia mengaku kenaikan harga bawang merah sangat membebani usahanya karena bahan baku utama produksi mengalami lonjakan signifikan, sementara harga jual produk tidak bisa ikut naik.

Baca Juga: Mobil Boks Terbakar di Kawasan Wisata Pangandaran, Barang Ritel Hangus 70 Persen

“Harga bahan pokok naik semua, terutama bawang merah. Itu bahan utama keripik bawang, tapi harga jual tidak bisa dinaikkan begitu saja,” ujar Ariz, Jumat (27/2/2026).

Ariz memperkirakan harga bawang merah masih berpotensi terus naik hingga mendekati Hari Raya Idulfitri. Kondisi tersebut membuat margin usaha semakin menipis dan menempatkan pelaku UMKM pada posisi sulit.

Dalam kondisi normal, Ariz biasa membeli bawang merah di kisaran Rp30 ribu per kilogram, bahkan terkadang lebih murah. Namun saat ini, harga bawang merah sudah menembus Rp40 ribu per kilogram dengan ketentuan pembelian minimal 10 kilogram.

“Kalau beli di bawah 10 kilogram, harganya bisa Rp42 ribu sampai Rp43 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Ariz berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah pengendalian harga agar lonjakan tidak semakin membebani pelaku usaha kecil.

“Kalau pun naik, semoga tidak terlalu tinggi. Jangan sampai melonjak tajam, karena bawang merah ini bahan baku utama keripik bawang,” pungkasnya.


(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru