spot_imgspot_img
Kamis 26 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ciamis Gagal Pertahankan Adipura Kencana 2025, Begini Alasan Menteri LH

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis, yang selama ini dikenal sebagai “langganan” juara kebersihan, harus menelan pil pahit. Mimpi untuk kembali memboyong trofi Adipura Kencana tahun ini sirna. 

Namun, ternyata Ciamis tidak sendirian, faktanya tidak ada satu pun daerah di Indonesia yang berhasil meraih predikat tertinggi pada periode 2025.

​Mengapa standar penilaian tahun ini begitu “kejam”? Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, membeberkan fakta mengejutkan di balik keputusan tersebut.

Baca Juga: Lasqi NJ Ciamis Gelar Festival Seni Religi Ramadan 1447 H

​Dalam Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Menteri Hanif mengungkapkan hasil penilaian yang cukup mengagetkan.

Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, angka keberhasilan pengelolaan sampah nasional masih jauh dari kata ideal.

​Menteri Hanif Faisol sendiri bahkan terjun langsung melakukan “inspeksi mendadak” ke Ciamis tanpa pengawalan protokoler untuk melihat realita di lapangan. 

Meski Ciamis memegang skor tertinggi dibanding Balikpapan, Bontang, dan Surabaya, serta menyandang gelar Kota Kecil Terbersih di ASEAN 2025, hal itu belum cukup untuk memenuhi standar baru kementerian.

​”Hasil penilaian kinerja 2025 menunjukkan belum ada daerah yang layak meraih kategori Adipura Kencana maupun Adipura. Kita sedang berada di tahap darurat sampah,” tegas Menteri Hanif Faisol.

​Berikut adalah beberapa poin krusial yang menjadi penghalang daerah-daerah di Indonesia meraih Adipura tahun ini.

​Paradigma Lama yang Masih Melekat: Banyak daerah masih menggunakan pola Kumpul – Angkut – Buang. Menteri LH menekankan transisi total menuju pengurangan dari sumber (hulu) melalui 3R dan Ekonomi Sirkular.

​Masalah Open Dumping, masih banyak daerah yang membiarkan sampah menumpuk di TPA tanpa pengelolaan (open dumping).

​Capaian Nasional yang Rendah, hingga akhir 2025, sampah yang terkelola secara nasional baru mencapai 25% (36.684 ton/hari), sementara 75% sisanya masih berisiko mencemari lingkungan.

​Komitmen Kepala Daerah

Pemerintah pusat siap membantu, namun keberhasilan 100% sangat bergantung pada kemauan politik (political will) kepala daerah dalam memprioritaskan anggaran sampah.

Baca Juga: Ciamis Raih Predikat Terbaik Nasional Pengelolaan Sampah 2026 

Sebelumnya Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengakui bahwa mengelola sampah bukan perkara mudah, terutama soal digitalisasi dan mekanisasi.

​”Kami hampir tidak bisa bergerak leluasa karena keterbatasan anggaran. Saat ini, kekuatan utama kami adalah mengimbau peran serta masyarakat untuk memilah sampah langsung dari rumah,” ujar Herdiat.

​Meskipun gagal meraih trofi utama, Ciamis tetap masuk dalam jajaran 35 daerah yang memperoleh Sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih, sebuah pengakuan bahwa Ciamis masih berada di jalur yang benar meski tantangan ke depan semakin berat.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru