spot_imgspot_img
Kamis 26 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Banjar Raih Sertifikat Kota Bersih di Kritik SAPMA PP

BANJAR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Banjar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada usia ke-23, Banjar berhasil meraih Penghargaan Pengelolaan Sampah dengan Predikat Sertifikat Menuju Kota Bersih 2025.  

Penghargaan tersebut di serahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2026 di Kartika Expo Center Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2/2026) kemarin.  

Wali Kota Banjar, Sudarsono, menerima penghargaan itu sebagai bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun tata kelola persampahan yang berkelanjutan.  

Baca Juga: Pembangunan PLTS 100 MW Kota Banjar di Lahan Sengketa?

“Transformasi pengelolaan sampah di Banjar sudah bergerak ke arah perubahan perilaku dan partisipasi publik. Kami dorong pemilahan dari rumah, penguatan peran masyarakat, serta peningkatan infrastruktur berbasis lingkungan,” ujar Sudarsono.  

“Banjar menjadi salah satu dari 35 daerah di Indonesia yang di nilai menunjukkan komitmen serius dalam pengelolaan sampah,”kata dia menambahkan.

Kritik atas Kondisi Lapangan

Meski penghargaan ini membanggakan, sejumlah pihak menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus segera di tuntaskan.

Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Banjar, Irwan Herwanto, menilai capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata di lapangan.  

“Trophy itu plakat, sertifikat itu kertas. Tapi bau sampah dan kontainer berkarat itu realitas. Jangan sampai penghargaan ini hanya jadi kosmetik politik di tengah minimnya pelayanan publik,” kata Irwan, Kamis (26/2/2026).  

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan recycling Rate 45,96 persen, capaian penanganan sampah 70,84 persen, capaian pengurangan sampah 23,26 persen.

Artinya, masih ada 29,16 persen sampah yang belum terkelola dan 54,04 persen sampah belum berhasil di recycle. Selain itu, dari total 46 kontainer sampah, hanya 23 unit yang berfungsi baik. Sisanya rusak ringan (15 unit) dan rusak berat (8 unit).  

Baca Juga: Penyidikan Jilid II Bergulir, Kejari Banjar Periksa 19 Saksi Kasus Tunjangan DPRD

SAPMA mendesak Pemkot Banjar segera melakukan audit infrastruktur, mengganti kontainer rusak, memperkuat bank sampah, serta meningkatkan edukasi pemilahan di tingkat rumah tangga.

Transparansi anggaran juga di minta agar publik mengetahui sejauh mana komitmen pemerintah dalam memperbaiki fasilitas kebersihan.  

“Prestasi ini di harapkan bukan sekadar simbol, melainkan pijakan untuk menjadikan Banjar benar-benar bersih, sehat, dan berdaya saing,” pungkas Irwan.  

(Budiana Martin)

spot_img

Berita Terbaru