BANJAR, FOKUSJabar.id: Wali Kota Banjar Jawa Barat (Jabar), Sudarsono memastikan adanya rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 MW.
Proyek tersebut di garap oleh PLN Indonesia Power dengan nilai investasi mencapai Rp1,4 hingga 1,5 trilyun.
BACA JUGA:
Kritik Keras GMNI Kota Banjar, Kartu Berdaya Hanya Slogan
Sudarsono menyebut, pembangunan PLTS akan di lakukan di kawasan Perkebunan Mandalare, Kecamatan Pataruman dengan kebutuhan lahan sekitar 134 hektar.
Dia menegaskan, lahan tersebut merupakan milik pemerintah. Sehingga tidak akan mengganggu lahan warga.
“Nilainya sekitar Rp 1,5 triliun dan lokasinya di Mandalare. Insya Allah aman, tidak akan mengganggu lahan warga,” kata Sudarsono kepada wartawan.
Menurutnya, pihak PLN Indonesia Power sudah melakukan survei dan kajian sejak 2023. Saat ini proyek masih dalam tahap persiapan perizinan dan studi kelayakan.
Sudarsono berharap, pembangunan PLTS dapat membuka lapangan kerja baru. Sekaligus memenuhi kebutuhan energi listrik di Kota Banjar.
Namun, klaim tersebut di tanggapi berbeda oleh Serikat Petani Pasundan (SPP) Kota Banjar.
Dewan Pengurus Harian SPP, Mahardika menegaskan lahan Mandalare bukan milik pemerintah. Melainkan berstatus Tanah Negara yang sedang bersengketa dengan petani penggarap.
“Perlu di tegaskan bahwa Tanah Negara bukanlah milik PTPN, Pemkot atau Pemprov. Lahan ini berstatus sengketa dengan para petani penggarap yang tergabung di SPP Kota Banjar,” kata Mahardika, Rabu (25/6/2026).
BACA JUGA:
Disdik Banjar Tanggapi Kritik GMNI Soal Anak Putus Sekolah
Dia menambahkan, petani sudah menggarap lahan tersebut lebih dari tujuh tahun. Pemerintah di minta lebih selektif dalam menentukan lokasi proyek agar tidak menimbulkan konflik dengan masyarakat.
“Silakan laksanakan proyek tersebut jika bermanfaat untuk warga Kota Banjar. Tapi jangan di lahan para petani yang sedang berjuang untuk kesejahteraan keluarganya,” tegas Dia.
(Budiana Martin)


