TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara melontarkan kritik tegas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar DPPKBP3A Kota Tasikmalaya. Ia menyoroti minimnya kehadiran organisasi perangkat daerah (OPD) mitra strategis dalam forum perencanaan pembangunan tersebut.
Musrenbang yang berlangsung di Gedung Galih Pawestri itu dibuka langsung oleh Dicky Candra Negara. Sejumlah unsur legislatif dan pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Undang Syafrudin, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Evi Silviany, serta Plt. Kepala DPPKBP3A Asep Hendra.
Baca Juga: Persiapan Tarling Dedi Mulyadi dan Gus Muwafiq di Tasikmalaya
Musrenbang Bukan Sekadar Formalitas
Dalam forum tersebut, DPPKBP3A memaparkan sejumlah program strategis untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi dinas. Namun, Ia menegaskan bahwa Musrenbang tidak boleh dipahami sebagai agenda internal satu OPD semata.
“Musrenbang ini menjadi ruang penting untuk menyerap aspirasi dan menyusun arah pembangunan ke depan. Program yang lahir di sini menyangkut banyak pihak, bukan hanya DPPKBP3A,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD agar rancangan program benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Soroti Ketidakhadiran OPD Mitra
Ia secara terbuka menyayangkan absennya sejumlah OPD yang telah mendapat undangan sebagai mitra strategis. Menurutnya, ketidakhadiran tanpa keterangan tersebut menunjukkan lemahnya komitmen bersama dalam perencanaan pembangunan.
“Stakeholder terkait sudah kami undang. Acara ini sangat penting, tetapi mereka tidak hadir. Ini tentu patut kita pertanyakan,” tegasnya.
Ia menilai DPPKBP3A tidak mungkin menjalankan seluruh program strategis secara mandiri. Sinergi antardinas menjadi kunci agar pelayanan publik berjalan optimal.
“Semua dinas di lingkungan Pemkot Tasikmalaya saling terhubung. Tidak ada yang kemudian satu pun OPD bisa bekerja sendiri,” katanya.
Tolak Ego Sektoral
Ia juga mengingatkan agar tidak ada ego sektoral di lingkungan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan hanya dapat tercapai melalui kerja tim.
“Tidak ada superman dalam pembangunan daerah. Yang ada supertim. Kemudian jangan merasa OPD sendiri paling penting atau paling hebat,” ujarnya.
Kekecewaan Wakil Wali Kota ini bukan tanpa alasan. Ia mengaku dalam beberapa pekan terakhir rutin membuka Musrenbang di berbagai OPD, namun kerap mendapati absennya kepala dinas atau perwakilan OPD terkait.
“Jangan anggap Musrenbang sebagai acara seremonial tahunan. Di sinilah merumuskan program strategis dari aspirasi masyarakat. Kalau OPD terkait saja banyak yang tidak hadir, bagaimana aspirasi warga bisa terjawab,” pungkasnya.
(Seda)


