spot_imgspot_img
Selasa 24 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemprov Jabar Ambil Alih Penanganan Korban Kekerasan di Maumere

MAUMERE,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke Maumere, Kabupaten Sikka, untuk memastikan pemulangan warganya yang diduga menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual. Langkah ini menegaskan keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melindungi keselamatan warganya.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tiba di Maumere,Senin (23/2/2026) dan langsung mengoordinasikan proses pemulangan agar berjalan aman serta terpantau hingga para korban kembali ke daerah asal.

Baca Juga: Pemprov Jabar Bergerak Cepat Selamatkan 12 Warga Korban Dugaan TPPO di NTT

Sebanyak 12 warga Jawa Barat masuk dalam rombongan pemulangan. Mereka terjadwalkan berangkat dari Labuan Bajo menuju Jakarta, Rabu (25/2/2026), lalu melanjutkan perjalanan ke Bandung. Satu korban lainnya telah lebih dulu meninggalkan NTT.

Setibanya di Bandung, para korban akan menjalani penanganan lanjutan dengan menempati Rumah Perlindungan Sementara milik UPTD PPA di bawah DP3AKB Provinsi Jawa Barat. Pendampingan meliputi asesmen psikologis, layanan kesehatan, serta penguatan pemulihan sosial.

Dalam penjemputan tersebut, Dedi Mulyadi bersama Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. Pemerintah provinsi juga melibatkan Polda Jawa Barat melalui Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang.

Proses Hukum

Dedi Mulyadi menegaskan, dugaan tindak kekerasan dan pelecehan seksual tersebut akan diproses sesuai hukum. Para korban akan memberikan keterangan sebagai saksi untuk mengungkap peristiwa yang mereka alami.

Ia juga menyoroti pentingnya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, terus mendorong penciptaan lapangan kerja di dalam daerah agar warganya tidak berangkat ke luar tanpa kejelasan tujuan.

“Jangan lagi ada warga Jawa Barat yang pergi tanpa arah dan perlindungan. Karena itu, kami akan memperbanyak kesempatan kerja di Jawa Barat,” tegas KDM.

Sebelumnya, total 13 warga Jawa Barat mengalami dugaan kekerasan dan pelecehan seksual saat bekerja di Maumere. Mereka berasal dari Purwakarta, Cianjur, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan perlindungan, pendampingan, serta pemenuhan hak para korban setelah kembali ke daerah asal.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru