spot_imgspot_img
Selasa 24 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Garut Bakal Bangun Pabrik Pakan di Lokasi Lahan Pertanian

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin usai melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke wilayah selatan, Senin (23/2/2026) kemarin.

Syakur memberikan arahan kepada Kepala Desa di wilayah Kecamatan Mekarmukti, Caringin dan Kecamatan Bungbulang bertepat di Aula Kantor Kecamatan Mekarmukti.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Panen Raya Jagung di Mekarmukti Jaga Stabilitas Pangan

Bupati Garut menekankan perlunya langkah lompatan (akselerasi) untuk mengatasi persoalan mendasar di wilayah selatan.

Dia mengaku prihatin terhadap kondisi sosial ekonomi di Garut Selatan yang di nilai masih jauh dari harapan.

Menurutnya, masalah kemiskinan ekstrem, angka putus sekolah hingga tingginya angka kematian ibu dan anak menjadi pemicu utama perlunya pembangunan yang lebih signifikan.

“Harus ada akselerasi. Dan akselerasi itu selalu membutuhkan dana yang besar,” ungkap Syakur.

Bupati menyebut, program pertanian dan peternakan di Garut Selatan belum memberikan hasil optimal karena lemahnya proses hilirisasi.

Komoditas lokal seringkali di jual mentah tanpa adanya aktivitas yang memberikan nilai tambah (value added).

Secara spesifik, Bupati Garut mengidentifikasi Jagung sebagai komoditas paling strategis untuk saat ini.

Jagung merupakan bahan baku utama pakan ternak yang sangat di butuhkan untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Jagung saat ini lagi seksi karena komoditi yang di perlukan untuk mendukung bidang yang lain,” katanya.

BACA JUGA:

Wakil Bupati Garut Ajak ASN Tingkatkan Ibadah

Syakur berencana mengadopsi model ekosistem terintegrasi seperti yang di terapkan di Blitar. Yakni membangun pabrik pakan di lokasi yang dekat dengan lahan pertanian jagung dan sentra peternakan.

Dengan begitu, ongkos produksi dapat di tekan secara drastis.

“Di Blitar sudah ada ekosistem. Jadi pakan dan peternakannya di situ. Sehingga ongkos produksi jadi murah dan ketika di jual secara keseluruhan harga telur di Blitar lebih murah dari Garut karena semua tergabung terintergrasi,” imbuhnya.

Melalui integrasi sektor pertanian jagung dan peternakan ayam pedaging, Garut Selatan tidak hanya menjadi penonton. Namun menjadi pemain utama dalam rantai pasok pangan nasional yang pada akhirnya akan menekan angka kemiskinan.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru