spot_imgspot_img
Senin 23 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Yuk Kenali Perilaku yang Menghapus Pahala Puasa

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Puasa merupakan ibadah yang memiliki makna lebih dalam daripada sekadar menahan makan dan minum.

Selama bulan Ramadan, umat Islam di latih untuk mengendalikan diri secara menyeluruh. Baik secara fisik maupun emosional.

Karena itu, menjaga kualitas puasa menjadi hal yang tidak kalah penting di bandingkan sekadar menjalankannya.

BACA JUGA:

Takjil dan Menu Berbuka Puasa Favorit Masyarakat Indonesia

Dalam kajian keagamaan, terdapat perbedaan antara hal yang membatalkan puasa dan hal yang mengurangi atau menghilangkan pahalanya.

Secara fikih, seseorang bisa saja tetap di anggap berpuasa. Namun dari sisi spiritual, nilai ibadahnya dapat berkurang apabila tidak di sertai pengendalian perilaku.

Rasulullah dalam hadis riwayat Bukhari bersabda, “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.”

Pesan ini menegaskan bahwa puasa menuntut integritas sikap, bukan hanya ketahanan fisik.

Berikut sejumlah perbuatan yang dapat mengurangi atau menghilangkan pahala puasa:

  1. Berbohong, karena bertentangan dengan prinsip kejujuran yang di ajarkan dalam Islam.
  2. Ghibah, yakni membicarakan keburukan orang lain tanpa alasan yang di benarkan.
  3. Menyebarkan fitnah atau mengadu domba yang berpotensi merusak hubungan sosial.
  4. Mengucapkan kata-kata kasar atau sia-sia, termasuk perdebatan yang di landasi emosi.
  5. Melampiaskan amarah secara berlebihan, padahal puasa mengajarkan kesabaran.
  6. Melakukan perbuatan maksiat, baik melalui tindakan langsung maupun melalui pandangan dan pendengaran.
  7. Riya atau pamer ibadah, yang mengurangi keikhlasan dalam beramal.
  8. Makan dan minum dengan sengaja di siang hari, yang selain menghapus pahala juga membatalkan puasa.

Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 menyebutkan bahwa puasa di wajibkan agar umat Islam mencapai ketakwaan.

Para ulama memaknai ketakwaan sebagai kemampuan menjaga diri dari hal-hal yang di larang, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru