TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Awal pekan di Kota Tasikmalaya menghadirkan cerita berbeda. Deru motor gede berpadu dengan semangat pengabdian Tentara Nasional Indonesia, menciptakan kolaborasi sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Senin (23/2/2026), Taman Kota Tasikmalaya yang biasanya tenang berubah menjadi pusat kegiatan kemanusiaan. Meski hujan turun sejak pagi, agenda HDCI Tasik Berbagi 2026 tetap berjalan dan membuktikan bahwa empati tidak mengenal cuaca.
Baca Juga: Wayang Warnai Musrenbang Tasikmalaya, Budaya Jadi Arah Baru Pembangunan
Di tengah kegiatan, Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, M Imvan Ibrahim, hadir langsung menyapa warga. Kehadirannya menegaskan bahwa sinergi antara aparat TNI dan komunitas hobi mampu melahirkan aksi sosial yang memberi dampak nyata.
Lebih dari Sekadar Touring
Kolaborasi antara Kodim 0612/Tasikmalaya dan Harley Davidson Club Indonesia Tasikmalaya tidak berhenti pada konvoi motor. Keduanya memusatkan kegiatan pada pembagian ribuan paket makanan bagi warga yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim menegaskan bahwa ukuran kekuatan sebuah organisasi terletak pada manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.
“Organisasi yang kuat bukan hanya solid di internal, tetapi juga hadir memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Hari ini kita menyaksikan sinergi nyata antara TNI, komunitas, dan masyarakat,” ujarnya.
Menepis Stigma, Menebar Kepedulian
Ketua HDCI Tasikmalaya, M Rizqy Muyassar Suganda, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang komunitasnya. Bagi HDCI, motor besar bukan semata simbol perjalanan jauh, tetapi juga lambang gerak cepat dalam aksi kemanusiaan.
Deretan motor Harley-Davidson yang gagah berdampingan dengan anggota TNI berseragam loreng menarik perhatian warga. Di bawah rintik hujan, mereka bersama-sama membagikan makanan tanpa sekat.
“Kegiatan ini ingin menghapus stigma bahwa komunitas eksklusif hanya peduli pada kelompoknya sendiri,” kata Rizqy.
Hujan Jadi Penguat Solidaritas
Payung warna-warni milik warga menyatu dengan semangat para relawan. Di balik helm, jaket kulit, dan seragam loreng, tumbuh kepedulian yang sama untuk saling berbagi.
Aksi sosial ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas elemen menjadi kunci membangun daerah yang harmonis. Ketika kepedulian menjadi bahan bakar utama, setiap perjalanan sejauh apa pun akan selalu bermakna.
(Abdul)


