BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kulit kering masih menjadi persoalan umum yang di alami banyak orang. Gejalanya bisa berupa rasa kaku setelah mencuci wajah, permukaan kulit tampak kusam hingga muncul serpihan halus di area tertentu.
Jika tidak di tangani dengan tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi iritasi ringan karena lapisan pelindung kulit melemah.
BACA JUGA:
Memahami Anatomi Lapisan Kulit Manusia dan Cara Menjaganya
Secara ilmiah, kulit kering terjadi saat kadar air dan lemak alami di lapisan terluar kulit berkurang. Akibatnya, kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembapan tidak optimal.
Paparan sinar matahari, penggunaan sabun yang terlalu keras serta perubahan suhu dapat mempercepat proses tersebut.
Untuk mengatasinya, pakar perawatan kulit menekankan pentingnya memilih produk dengan kandungan yang bekerja dalam tiga mekanisme. Yakni, menarik air, memperbaiki pelindung kulit serta mengunci hidrasi agar tidak mudah hilang.
Berikut sejumlah bahan yang di nilai efektif:
- Hyaluronic Acid membantu menarik air ke dalam kulit. Sehingga tampak lebih kenyal dan terhidrasi.
- Glycerin mendukung kelembapan sekaligus memperhalus tekstur kulit yang kasar.
- Ceramides memperkuat skin barrier agar kehilangan air dapat di minimalkan.
- Squalane membantu menjaga elastisitas dengan meniru minyak alami kulit.
- Shea Butter berperan sebagai pelembut yang memberi rasa nyaman pada kulit sangat kering.
- Petrolatum membentuk lapisan pelindung untuk mencegah penguapan air berlebihan.
- Dimethicone membantu menjaga hidrasi sekaligus membuat kulit terasa lebih halus.
- Niacinamide mendukung pembentukan lipid alami dan membantu meredakan kemerahan ringan.
- Aloe Vera memberi hidrasi tambahan dan efek menenangkan pada kulit sensitif.
Di sisi lain, beberapa bahan perlu di gunakan dengan hati-hati. Alkohol denaturasi, pewangi berlebih serta surfaktan keras. Seperti SLS dapat membuat kulit semakin kering.
BACA JUGA:
Kesehatan Kulit: Pentingnya Menjaga dan Merawatnya
Eksfoliator kimia seperti AHA dan BHA tetap bisa di gunakan. Tetapi harus di sesuaikan dengan kondisi kulit.
Perpaduan humektan, emolien dan occlusive dalam satu rangkaian perawatan di nilai paling efektif menjaga keseimbangan air di kulit. Pemahaman terhadap fungsi tiap kandungan membantu konsumen menentukan pilihan produk secara lebih bijak.
Dengan perawatan yang konsisten dan komposisi yang tepat, kulit kering dapat terjaga kelembapannya serta terasa lebih sehat dalam jangka panjang.
(Jingga Sonjaya)


