BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebanyak 61 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kota Bandung resmi menutup lembar pengabdian sebagai abdi negara. Pemerintah kota melepas puluhan ASN tersebut dalam sebuah prosesi yang berlangsung bersamaan dengan pelantikan pejabat pimpinan tinggi, Senin (23/2/2026), di Balai Kota Bandung.
Momen purna tugas ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi panjang para ASN yang telah mengabdikan diri dalam berbagai bidang pelayanan publik. Selama bertahun-tahun, mereka ikut mewarnai perjalanan birokrasi Kota Bandung di tengah perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang terus bergerak dinamis.
Baca Juga: Pemkot Bandung Percepat Pengolahan Sampah Mandiri Hingga 500 Ton Per Hari
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada para ASN yang memasuki masa pensiun. Menurutnya, pengalaman dan keteladanan para purna bakti menjadi warisan berharga bagi generasi birokrat berikutnya.
“Bapak dan Ibu telah melewati banyak fase penting sejarah bangsa dan daerah, mulai dari krisis moneter 1997, reformasi 1998, hingga berbagai dinamika pembangunan Kota Bandung. Dari perjalanan itu, kami banyak belajar,” ujar Farhan.
Ia menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap birokrasi. Profesionalisme dan konsistensi, kata dia, akan menentukan kualitas pelayanan pemerintah di mata masyarakat.
“Ketika integritas dijaga, maka wajah birokrasi akan terlihat baik di hadapan masyarakat,” tegasnya.
Nuansa Reflektif dan Spiritual
Prosesi pelepasan yang berlangsung menjelang bulan suci Ramadan memberikan nuansa reflektif dan spiritual. Pemerintah Kota Bandung berharap para ASN yang purna tugas memperoleh keberkahan dalam fase kehidupan selanjutnya serta tetap aktif berkontribusi di lingkungan sosial masing-masing.
Farhan juga mengingatkan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian. Menurutnya, kontribusi kepada masyarakat dapat terus dilakukan melalui berbagai peran sosial meski tidak lagi berada dalam struktur formal pemerintahan.
Dalam kesempatan itu, Farhan menyinggung dinamika manajemen talenta ASN yang mencakup rotasi, mutasi, hingga promosi jabatan. Ia menilai seluruh proses tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga efektivitas dan keberlanjutan organisasi pemerintahan.
“Yang purna bakti berkah, yang naik pangkat berkah, yang promosi berkah, yang rotasi pun berkah,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa setiap jabatan bersifat sementara dan dapat berubah sesuai kebutuhan organisasi. Karena itu, setiap ASN perlu memaknai amanah jabatan sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar posisi.
Suasana pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru. Pemerintah kota memberikan penghormatan kepada para ASN purna tugas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi panjang mereka dalam membangun pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat Kota Bandung.
(Jingga Sonjaya)


