BANDUNG,FOKUSJabar.id: Karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama tubuh, termasuk saat sahur. Namun, porsi karbohidrat yang terlalu besar terutama dari jenis sederhana seperti nasi putih berlebihan atau makanan manis justru dapat membuat rasa lapar muncul lebih cepat saat berpuasa.
Tubuh mencerna karbohidrat sederhana dengan sangat cepat lalu mengubahnya menjadi glukosa. Proses ini menyebabkan kadar gula darah melonjak dalam waktu singkat setelah makan.
Baca Juga: River Hongbao 2026 Rayakan 40 Tahun Festival Imlek Ikonik di Singapura
Lonjakan tersebut mendorong tubuh melepaskan hormon insulin untuk menurunkan gula darah kembali ke level normal. Ketika penurunan terjadi terlalu cepat, tubuh segera mengirimkan sinyal lapar meski jarak waktu menuju berbuka masih panjang.
Fluktuasi gula darah yang tajam ini berkaitan erat dengan indeks glikemik makanan. Pangan berindeks glikemik tinggi memicu naik-turun gula darah lebih drastis dibandingkan makanan yang dicerna secara perlahan.
Sebaliknya, karbohidrat kompleks seperti beras merah, gandum utuh, ubi, dan jagung mengandung serat lebih tinggi. Kandungan serat tersebut memperlambat proses pencernaan sehingga tubuh melepaskan energi secara bertahap dan menjaga gula darah tetap stabil.
Stabilnya gula darah membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Saat energi tersedia secara perlahan, otak tidak cepat menerima sinyal lapar.
Faktor lain yang tak kalah penting ialah keseimbangan gizi. Protein dan lemak sehat memperlambat pengosongan lambung sehingga makanan bertahan lebih lama di sistem pencernaan.
Mengandalkan porsi besar semata tidak selalu efektif. Menu yang didominasi karbohidrat sederhana tanpa dukungan protein dan serat tetap berisiko memicu rasa lapar lebih awal.
Oleh karena itu, sahur ideal memerlukan komposisi gizi yang seimbang. Perpaduan karbohidrat kompleks, sumber protein, sayuran, serta asupan cairan yang cukup membantu menjaga energi tetap stabil sepanjang puasa.
Dengan memahami cara kerja tubuh dalam memproses makanan, sahur tidak lagi sekadar soal makan banyak, melainkan soal memilih nutrisi yang tepat agar kenyang bertahan lebih lama.
(Jingga Sonjaya)


