spot_img
Kamis 19 Februari 2026
spot_img

Menjadi Seorang Guru, Pendidik dan Motivator

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Deputy CEO Bidang Pendidikan Idrisiyyah Tasikmalaya, Adang Nurdin M.S., M.Pd, dalam tulisannya menyampaikan. Bahwa, semua mungkin pernah mendengar atau membaca sebuah ungkapan yang sangat luar biasa.

Ungkapan itu adalah, “Guru memang bukan orang hebat, tapi semua orang hebat berkat jasa seorang guru”. Ungkapan ini menyadarkan kita bahwa guru memiliki peranan besar terhadap keberhasilan orang-orang yang sukses.

Tugas guru bukan hanya sebatas mengajar di dalam kelas, tapi guru adalah pendidik yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didiknya. Baik perkembangan intelektualnya, perkembangan fisiknya dan juga perkembangan akhlaknya.

Baca Juga: Suasananya Indah, Situ Gede Tasikmalaya Cocok Jadi Tempat Ngabuburit

Selain itu juga sebagai motivator. Guru harus mampu memberikan motivasi kepada para peserta didiknya, sehingga peserta didik bukan hanya menjadi pribadi yang siap di ajari. Namun lebih dari itu mereka menjadi pribadi yang siap belajar dan siap berubah untuk lebih baik.

Perkembangan dan kemajuan zaman memberikan banyak kemudahan untuk para peserta didik bisa belajar. Akses internet yang mudah sesungguhnya mempermudah belajar. Sehingga seakan-akan guru tidak di butuhkan lagi keberadaannya, karena merasa bisa belajar dari sumber-sumber yang ada.

Padahal pemahaman seperti ini adalah hal yang salah, karena mungkin para peserta didik bisa belajar di mana saja melalui internet.

Akan tetapi ada hal yang tidak bisa di dapatkan dari pembelajaran lewat internet. Yaitu contoh hidup atau uswah seorang guru yang hadir di tengah-tengah para peserta didik.

Yang mampu mentransfer nilai-nilai kehidupan dari perilaku kesehariannya yang langsung di lihat peserta didik. Motivasi yang mampu membangkitkan semangat dan ruh perjuangannya.

Keberadaan guru di tengah-tengah peserta didik harus menjadi contoh atau uswah yang baik bagi para peserta didik. Dan ini menjadi tugas bagi guru, karena peserta didik adalah peniru yang baik.

Maka kewajiban seorang guru untuk terus meningkatkan kompetensi diri adalah dengan terus belajar, karena ketika seorang guru berhenti belajar. Maka berhentilah karir seorang guru untuk menjadi contoh atau uswah yang baik bagi peserta didiknya.

Reading Habit Guru

Sebagai seorang Guru dan Pendidik yang dapat di jadikan teladan bagi peserta didik. Reading habit guru harus selalu meningkat sebagai sarana penambahan wawasan.

Jangan sampai anak didik selangkah lebih maju daripada gurunya dari aspek pengetahuan. Sebagai dampak derasnya informasi melalui media sosial yang di terima oleh anak-anak.

Dalam persfketif Islam Allah SWT memberikan modal yang luar biasa kepada setiap manusia untuk terus belajar dan mengambil pelajaran. Seperti informasi yang datang melalui penglihatan, pendengaran akan turun ke hati.

Baca Juga: Dugaan Pelanggaran KDB, TPS Desak Pemkot Tasikmalaya Bersikap Tegas

Hati yang merasa dan tersambung kepada Allah SWT. Sehingga mampu mengolah informasi menjadi sebuah pembelajaran.

Apa yang di lihat dan di dengar bukan hanya berlalu begitu saja. Namun ada proses olah rasa dan olah hati yang menjadikan pribadi guru yang pandai merasa, bukan merasa pandai. Dari sana akan tumbuh kenginan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi diri.

Al-Qur’an menyebutkan “Dan Allah SWT mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur” (QS.An-Nahl:78).

(Nanang Yudi)

spot_img

Berita Terbaru