TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Memasuki hari pertama ibadah puasa Ramadan, suasana sore di Kota Tasikmalaya langsung semarak. Sejumlah bazar Ramadan mulai bermunculan di ruas-ruas jalan protokol dan menjadi magnet warga yang menghabiskan waktu ngabuburit sambil berburu takjil.
Bazar Ramadan menyajikan beragam pilihan menu berbuka puasa, mulai dari aneka gorengan, kolak, kolang-kaling, hingga berbagai makanan dan minuman takjil yang menggugah selera. Kehadirannya tak hanya memudahkan warga mencari hidangan berbuka, tetapi juga menghadirkan suasana khas Ramadan di tengah kota.
Baca Juga: Guru Harus Bisa Belajar Dengan Mau Mendengarkan Peserta Didik
Salah satu bazar yang ramai pengunjung tampak di kawasan Jalan Mangin Leuwikidang Bungursari. Menjelang sore, deretan lapak pedagang mulai memenuhi sisi jalan. Ratusan warga tampak memadati area tersebut untuk menikmati ngabuburit sambil memilih jajanan favorit mereka.
Panitia bazar, Ust Ana, menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin digelar setiap bulan suci Ramadan dan tahun ini menjadi penyelenggaraan keempat. Antusiasme masyarakat, kata dia, selalu tinggi dari tahun ke tahun.
Menurutnya, bazar Ramadan ini melibatkan pelaku UMKM kuliner lokal di sekitar lokasi. Para pedagang menawarkan berbagai produk olahan dengan cita rasa khas rumahan yang lezat dan terjangkau.
“Menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari gorengan, aneka takjil, minuman dingin, kolang-kaling, biji salak, es buah, es cendol, bubur sumsum, es kelapa muda, puding, sampai dadar gulung,” ujar Ust Ana, Kamis (19/2/2026) sore.
Membantu Pemasaran Produk UMKM
Ia menambahkan, penyelenggaraan bazar bertujuan memfasilitasi masyarakat yang ingin mencari menu berbuka puasa sekaligus membantu pemasaran produk UMKM agar pendapatan pelaku usaha lokal terus meningkat.
“Bazar ini bukan sekadar pelengkap ngabuburit, tetapi juga wadah agar UMKM bisa berkembang lewat pemasaran yang lebih lancar,” jelasnya.
Salah seorang pedagang takjil, Puput (30), mengaku bersyukur dapat ikut berjualan di bazar Ramadan tahun ini. Ia merasa momen Ramadan selalu membawa berkah bagi pelaku usaha kuliner rumahan.
“Ramadan memang waktu yang paling ditunggu pedagang. Pembeli ramai dan rezeki terasa lebih lancar,” ungkap Puput.
Ia menyebutkan, lapaknya langsung dipadati warga sejak bazar dibuka. Pembeli memesan berbagai takjil seperti kolak pisang, es kelapa muda, kolang-kaling, dan minuman segar lainnya.
“Alhamdulillah, dagangan cepat laku. Semoga sampai akhir Ramadan nanti warga terus ramai datang ngabuburit ke sini,” pungkasnya.
(Seda)


