spot_img
Rabu 18 Februari 2026
spot_img

Alasan Gorengan Jadi Menu Favorit Buka Puasa

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Setiap menjelang waktu berbuka puasa, banyak masyarakat Indonesia menantikan momen kuliner yang khas. Di tengah berbagai pilihan takjil, satu jenis makanan selalu menjadi primadona. Yakni, gorengan.

Dari bakwan hingga pisang goreng, camilan ini selalu ramai di buru di pasar-pasar Ramadan.

Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan instan. Survei menunjukkan bahwa mayoritas orang Indonesia memilih gorengan sebagai menu favorit saat berbuka.

BACA JUGA:

10 Persiapan Penting Menyambut Hari Pertama Puasa Ramadan

Bahkan lebih tinggi di bandingkan pilihan makanan manis tradisional lainnya. Hal ini menjadikan gorengan sebagai simbol takjil yang sulit tergantikan.

Selain popularitasnya, gorengan juga menawarkan kemudahan. Ketersediaannya melimpah di hampir setiap pasar Ramadan dan gerobak takjil dengan harga relatif murah.

Faktor ini membuatnya bisa di nikmati berbagai kalangan. Mulai dari pelajar hingga pekerja tanpa harus memikirkan isi kantong.

Tekstur garing dan rasa gurih gorengan menjadi alasan lain mengapa banyak orang menyukainya. Setelah seharian berpuasa, kombinasi aroma dan rasa ini terasa pas sebagai pembuka sebelum hidangan utama.

Budaya gorengan sebenarnya sudah mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia sebagai camilan sore atau teman minum teh.

Kebiasaan ini kemudian terbawa saat berbuka puasa, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari tradisi Ramadan.

Aktivitas “war takjil” memperkuat posisi gorengan di pasar Ramadan. Dalam suasana ramai menjelang maghrib, pembeli berlomba mendapatkan gorengan favorit mereka, menciptakan momen seru yang khas di setiap kota.

Tidak hanya sekadar soal makanan, pasar Ramadan dan gorengan juga menjadi ruang sosial.

Warga dari berbagai latar belakang berkumpul, berbincang, dan berbagi pengalaman saat menunggu adzan maghrib, memperkaya interaksi sosial.

Meskipun di gemari, aspek kesehatan tetap perlu di perhatikan. Konsumsi gorengan secara berlebihan bisa memengaruhi pencernaan dan keseimbangan gizi. Sehingga penting bagi masyarakat untuk menikmatinya secara bijak.

Namun bagi banyak orang, gorengan tetap menjadi bagian menyenangkan dari buka puasa. Karena menghadirkan rasa puas dan nostalgia kuliner yang kuat.

Dengan berbagai faktor itu, ketersediaan, harga, rasa dan nilai budaya gorengan terus mempertahankan statusnya sebagai takjil favorit masyarakat Indonesia setiap Ramadan.

Setiap tahunnya, tradisi berburu gorengan tidak hanya mengisi perut. Tetapi juga mempererat kebersamaan dan semangat komunitas yang selalu hadir di bulan suci.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru