PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pantauan Rukyatul Hilal yang di laksanakan di Pantai Pasir Lasih Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) tidak pernah terlihat.
Fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Namun sejak pertama di lakukan pemantauan di lokasi tersebut. Anehnya masih saja di lakukan di lokasi yang sama.
BACA JUGA:
Ribuan Pelajar di Pangandaran Serentak Tanam Jagung
Seorang aktivitas kepemudaan di Pangandaran, Padna menyayangkan kejadian tersebut terus berulang. Dia meminta lokasi pemantauan Rukyatul hilal agar di geser ke tempat lain.
”Hampir setiap tahun pemantauan hilal di Pasir Lasih tidak terlihat. Mungkin lokasinya tidak cocok. Untuk tahun depan coba pindah tempat,” kata Padna kepada FOKUSJabar, Rabu (18/2/2026).
Sebelumya, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, Yayan Herdiana menyebut, penyebab permasalahan tidak terlihat hilal oleh Rukyatul hilal yang tertutup awan. Meski cuaca di nilai sedang baik.
”Selain tertutup awan, tadi hilalnya juga di prediksi beradanya di bawah. Makanya tidak biasa terlihat,” kata Yayan.
Menurut Yayan, selama pemantauan di Pasir Lasih, pihaknya tidak pernah melihat kemunculan Rukyatul hilal.
Bahkan di wilayah Provinsi Jawa Barat, Dia hanya baru menemukan satu kali kemunculannya. Yakni di daerah Subang. Tepatnya di Pondok Bangi ketika posisi hilal berada di tujuh derajat.
”D isini paling tiga atau dua derajat. Jadi memang kita agak sedikit kesulitan menemukan hilal,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Banjir Rutin Hantui Anggaraksan Pangandaran, Warga Desak Normalisasi Sungai Ciseel
Menurut Yayan, semua lokasi bisa di gunakan untuk melakukan pemantauan hilal. Terpenting cuaca di lokasi pemantauan sedang dalam kondisi bagus.
”Kalau di sini memang cuacanya bagus. Insya Allah terlihat, apalagi tinggi hilalnya di angka lima hingga tujuh derajat, seperti yang terjadi di Subang,” katanya.
Ke depan, Pihaknya akan melakukan ikhtiar untuk menentukan titik lokasi yang bagus. Tidak menutup kemungkinan juga di laksanakan di lokasi yang sama.
”Kalau masalah cuaca kan tidak ada yang bisa memprediksi. Ya, mudah-mudahan ke depan bisa baik,” pungkasnya.
(Sajidin)



