BANDUNG, FOKUSJabar.id: Band kolektif kreatif asal Bandung Jawa Barat (Jabar), Tendostars merilis single terbarunya berjudul Ahlan Wa Sahlan Ramadhan.
Ahlan Wa Sahlan Ramadhan menandai kemunculan mereka setelah 13 tahun perilisan album debut self-titled pada 2013.
BACA JUGA:
Ormas Islam Kota Rasikmalaya Tolak Konser Musik Band Hindia
Single ini bukan sekedar rilisan tematik Ramadhan. Melainkan simbol perjalanan yang berlanjut dan sebagai penanda bahwa perjalanan kreatif Tendostars kembali bergerak.
Mereka melanjutkan gagasan yang telah di bangun sejak awal. Yaitu berkarya melalui pertemuan, persahabatan dan kolaborasi lintas kreator.
Sejak awal muncul, Tendostars tumbuh dari semangat kebersamaan dan proses kreatif yang melibatkan banyak tangan serta perspektif.
Pada rilisan pertamanya, Tendostars telah mengajak berbagai seniman visual dan fotografer untuk menjadi bagian dari karya dan menjadikan musik sebagai ruang pertemuan berbagai disiplin kreatif.
BACA JUGA:
Ledia Hanifa Kembalikan Semangat Musik Parodi di Kota Bandung
Di gagas Yukie Martawidjaja, Tendostars selalu berbicara tentang perjalanan manusia melalui karya. Setelah jeda lebih dari satu dekade, Tendostars kembali, bukan untuk mengulang masa lalu. Namun melanjutkan perjalanan yang memang belum selesai.
Momentum Ramadhan di pilih sebagai waktu yang identik dengan refleksi, pembaruan dan harapan.
Tentang Lagu
Ahlan Wa Sahlan Ramadhan merupakan karya cipta Abdullah Aslam Al Faruq. Aransemen musik serta produksi di kerjakan oleh Tendostars dengan melibatkan sejumlah musisi dan kreator asal Bandung.
Lagu ini membawa pesan universal tentang menyambut Ramadhan. Yakni sebagai perjalanan batin, ruang refleksi untuk memperbaiki diri, mempererat kebersamaan serta menemukan kembali arah hidup.
BACA JUGA:
BANKEN Festival Musik Hidupkan Semangat Musik Bandung
Kolaborasi sebagai Ruang Berkarya
Semangat kolaborasi kembali menjadi napas utama dalam single ini. Para personel Tendostars bekerja sama dengan sejumlah musisi dan kreator Bandung.
Mereka menghadirkan karya yang lahir dari perjumpaan berbagai karakter dan latar belakang musikal.
Performing Artist :
Yukie Martawidjaja (Vocal), Richard Mutter (drums), Deni Mplay (Electirc guitars & Backing Vocals), Aimo (Synth & Sound Design), Dikdik (Bass) dan Andi Bachrie (Electric & Accoustics Guitar).
Featuring Artist:
Ali Bass (Synth Bass), Budi Dalton (Sundanese Spoken Words), Raka &Aum Kuburan (Electric Guitar Solos), Reza Ex Noah (Percussions) dan Suar Nasution (Accoustics Guitars & Vocals).
Collaborating Vocalists menghadirkan berbagai vokalis dan komunitas kreatif yang bersama- sama membentuk warna suara kolektif dalam lagu ini.
Mereka adalah, Alam Hidayat, Andre Ibnu Hasan, Arjunet Perdarra, Aspa Nugraha, Bugar Asyihab, Chintya Adistami, Dechan Martawidjaja, Deni Bule.
Rosihan Fahmi, Firdaus Hadi, Firman Ink, Gagas Gan Rose, H. Aripin, Jaisy Aulia Safutri, Komunitas Musik Start Today, Kuburan, Nedi PHB, Oscar Aldita, Ovick Rozenski.
Papih Deha, Pidi Baiq, Ranji Hayn, Rd Dimas, Ruhiat Baron, Usep Chido, Yani Sandi, Zaki Muchlis in English dan Zaki 4 Peniti.
BACA JUGA:
Festival Musik Tradisional dan Modern di Kota Tasikmalaya Diikuti Grup Band Anak Jalanan
Perjalanan yang Tak Pernah Usai
Kembalinya Tendostars melalui Ahlan Wasahlan Ramadhan menjadi awal perjalanan baru mereka ke depan.
Tendostars tetap berpijak pada gagasan yang sama sejak awal. Yakni, tentang perjalanan, tujuan hidup dan kreativitas yang lahir dari kebersamaan.
(Cita Amalia)



