TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Persikotas FC mengirim pesan tegas jelang bergulirnya Liga 4 Nasional. Laskar Dadaha menggulung RKC Nusantara dengan skor telak 6-0 dalam laga uji coba di Stadion Wiradadaha, Selasa (17/2/2026).
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persikotas langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan demi tekanan mereka lancarkan ke jantung pertahanan tim tamu. Strategi agresif itu membuahkan hasil cepat.
Baca Juga: Pelatih Bandung bjb Tandamata Ingin Adaptasi Giulia Angelina Lebih Cepat
Junjun tampil trengginas dengan mencetak hattrick. Mano menyusul lewat dua gol, sementara Wanggai melengkapi pesta gol di babak pertama. Enam gol tanpa balas membuat tribun stadion bergemuruh oleh sorak ratusan pendukung tuan rumah.
Memasuki babak kedua, pelatih Ronny Remon merombak total susunan pemain. Ia menurunkan seluruh pemain pelapis termasuk kiper serta sejumlah rekrutan anyar. Meski tetap menguasai jalannya laga dan menjaga intensitas permainan, skuad babak kedua gagal menambah gol hingga pertandingan usai.
Ketua Umum Persikotas FC, Ecep S. Yasa, menilai laga tersebut sebagai momentum menyatukan chemistry tim jelang putaran Liga 4 Nasional pada April 2026.
“Kami ingin membangun kekompakan pemain, terutama striker dan gelandang baru. Skema permainan mulai terlihat, tetapi kami masih perlu penyempurnaan,” ujarnya.
Ia memastikan manajemen akan menjadwalkan uji coba dengan lawan yang lebih kuat, bahkan dari kasta di atasnya. Langkah tersebut bertujuan mengukur soliditas lini pertahanan, kreativitas gelandang, hingga ketajaman lini depan.
“Kami ingin menghadapi tim Liga 3 bahkan Liga 2 agar kekuatan tim benar-benar teruji. Target utama saat ini tentu lolos ke Liga 3 Nusantara,” tegasnya.
Menguji Perkembangan Individu dan Kolektif Pemain
Ronny Remon juga memanfaatkan laga ini untuk menguji perkembangan individu dan kolektif pemain hasil latihan rutin. Ia mengakui kualitas permainan babak pertama lebih padu dibanding babak kedua karena beberapa pemain baru masih beradaptasi.
“Kami ingin melihat progres semua pemain. Kerangka tim inti mulai terbentuk, tetapi kami masih butuh tambahan stopper, kiper, bek kiri, dan satu gelandang,” jelasnya.
Ronny menekankan bahwa kompetisi tingkat nasional menghadirkan tantangan lebih berat. Karena itu, tim harus memperkuat fisik, mental, dan kualitas permainan sebelum Liga 4 Nasional dimulai.
Di sisi lain, pelatih RKC Nusantara, Afga Aditia Marsal, menjadikan laga ini sebagai ajang evaluasi dan seleksi pemain. Ia sengaja memilih lawan dengan level lebih tinggi untuk mengasah mental serta kekompakan timnya.
“Babak kedua kami bisa menahan permainan lebih seimbang. Itu menjadi catatan positif untuk pembenahan tim ke depan,” katanya.
Afga memuji pressing ketat dan efektivitas serangan Persikotas. Ia mengakui beberapa pemainnya sempat gugup karena baru menjalani debut kompetitif.
Laga persahabatan ini memberi dua makna berbeda. Persikotas memupuk kepercayaan diri menuju pentas nasional, sementara RKC Nusantara membawa pulang pelajaran berharga untuk membangun skuad yang lebih solid.
(Seda)



