TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Semangat dan keceriaan mewarnai pelantikan Pengurus Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya Periode 2026–2029 di Grand Metro Hotel, Sabtu (14/2/2026). Namun suasana hangat itu berubah drastis menjadi haru ketika Dr. Oni Sahroni tiba-tiba jatuh saat menyampaikan sambutan.
Dr. Oni Sahroni, Ketua Majelis Pembinaan Kader & Sumber Daya Insani PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya sekaligus dosen tetap di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, maju ke podium untuk memberikan pesan kepada pengurus yang baru dilantik. Ia membuka sambutan dengan beberapa kalimat pengantar. Tidak lama kemudian, suaranya melemah dan terhenti. Tubuhnya kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh di atas panggung.
Baca Juga: Mengenang Dr. Oni Syahroni, Sang Pejuang Pendidikan dari Tasikmalaya
Panitia bersama sejumlah tamu undangan segera memberikan pertolongan. Mereka kemudian membawa Dr. Oni ke RS TMC Tasikmalaya yang berjarak tidak jauh dari lokasi acara.
Tim medis langsung melakukan pemeriksaan dan penanganan awal setibanya di rumah sakit. Namun dokter menyatakan Dr. Oni telah meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan tersebut.
Doa dan Duka Mendalam
Kabar berpulangnya tokoh Muhammadiyah Kota Tasikmalaya itu membuat seluruh hadirin terdiam. Para peserta pelantikan menundukkan kepala dan memanjatkan doa bersama untuk almarhum.
Wakil Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Rama Pratama Putra, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.
“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Kami sangat berduka atas wafatnya Pak Oni Sahroni. Beliau menjadi panutan bagi kami. Semoga Allah menerima amal ibadahnya, mengampuni dosanya, serta memberi kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Rama menuturkan, almarhum aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan organisasi Muhammadiyah. Ia bahkan menunjukkan semangat tinggi dengan menghadiri pelantikan tersebut dan sempat menyampaikan pesan langsung kepada para kader muda.
Menurutnya, Dr. Oni memiliki peran besar dalam membina kader serta mendorong kemajuan organisasi Muhammadiyah di Kota Tasikmalaya. Kepergiannya meninggalkan ruang kosong yang sulit tergantikan.
Rama juga menyebutkan bahwa almarhum memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan gangguan jantung yang kerap ia keluhkan. Usai rangkaian pelantikan, para pengurus dan kader berencana melayat ke kediaman almarhum di kawasan Perumahan Bumi Cisalak, Cipedes, Kota Tasikmalaya.
Sosok Cendekia dan Pembina Umat
Dr. Oni Sahroni dikenal sebagai akademisi sekaligus pembina kader yang konsisten mendorong kemajuan pendidikan dan penguatan nilai keislaman di lingkungan Muhammadiyah. Ia meninggalkan seorang istri dan empat anak.
Kepergiannya tidak hanya menghadirkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi keluarga besar PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya dan dunia pendidikan di daerah tersebut.
Pelantikan yang semula menjadi momentum regenerasi kepemimpinan berubah menjadi hari penuh kehilangan sekaligus menjadi pengingat tentang dedikasi terakhir seorang tokoh yang berpulang di tengah pengabdiannya.
(Seda)



