SINGAPURA, FOKUSJabar.id: Chingay Parade kembali masuk dalam daftar acara budaya terbesar yang akan memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek di Singapura pada 2026.
Parade ini sudah lama di kenal sebagai festival yang menampilkan semangat kebersamaan lintas budaya.
BACA JUGA:
Kontroversi Proxy Kowtow di China Soroti Benturan Tradisi dan Ekonomi Gig Jelang Tahun Baru Imlek
Seiring waktu, Chingay berkembang menjadi salah satu pertunjukan publik paling ikonik di Singapura. Acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga mencerminkan keragaman masyarakat yang hidup berdampingan di negara tersebut.
Pada 2026, Chingay kembali di gelar dengan skala yang besar dan konsep yang lebih modern. Sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu parade multikultural paling di nantikan di kawasan Asia.
Berdasarkan jadwal penyelenggaraan, Chingay Parade 2026 akan berlangsung selama dua malam, 27-28 Februari 2026.
Lokasi utama acara di pusatkan di F1 Pit Building, area yang kerap menjadi tempat berbagai event besar Singapura.
Tahun ini, parade mengangkat tema “WISH” yang menggambarkan harapan serta aspirasi masyarakat dalam menyambut tahun baru.
Tema tersebut d iterjemahkan melalui visual panggung, koreografi hingga elemen artistik parade.
Penyelenggara juga memperkenalkan konsep arena berbentuk lingkaran dengan beberapa tingkat tribun.
Format ini di rancang agar penonton dapat menikmati pertunjukan secara lebih dekat dari berbagai sisi.
Chingay Parade 2026 akan melibatkan lebih dari 3 ribu penampil dari beragam komunitas seni dan budaya. Jumlah ini menjadikannya salah satu kolaborasi terbesar sepanjang sejarah parade tersebut.
Selain pertunjukan panggung, parade juga menghadirkan lima float raksasa yang di rancang bersama warga dari lima distrik berbeda di Singapura.
Float tersebut menjadi bagian penting dari cerita visual yang di bangun sesuai tema acara.
BACA JUGA:
River Hongbao 2026 Rayakan 40 Tahun Festival Imlek Ikonik di Singapura
Sebagai festival multikultural, Chingay selalu menghadirkan pertunjukan yang beragam. Mulai dari tarian tradisional hingga aksi kreatif modern yang mencerminkan identitas masyarakat multietnis.
Parade ini juga di pandang sebagai ruang inklusif. Di mana berbagai kelompok budaya dapat tampil dalam satu panggung besar, memperlihatkan harmoni sosial yang menjadi ciri khas Singapura.
Untuk masyarakat yang ingin menyaksikan langsung, tiket Chingay Parade 2026 biasanya mulai di jual sejak akhir 2025 melalui platform resmi.
Pengunjung juga dapat memanfaatkan program SG Culture Pass untuk membantu pembelian tiket.
Dengan ribuan penampil, float besar serta konsep pertunjukan yang imersif, Chingay Parade 2026 kembali menjadi salah satu puncak perayaan Tahun Baru Imlek yang paling di tunggu di Singapura.
(Jingga Sonjaya)



