JAKARTA, FOKUSJabar.id: Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengungkap alasan Partai Demokrat, PKS dan Golkar tak buru-buru menyatakan dukungan terhadap Prabowo Subianto menjabat dua periode.
Menurunya, Demokrat, PKS dan Golkar masih melihat/menunggu nama calon pendamping Prabowo pada Pilpres 2029.
BACA JUGA:
Bursa Capres 2029 Mulai Menghangat, Dedi Mulyadi Masuk Radar Nasional
“Sepertinya, Demokrat, PKS dan Golkar masih melihat apakah masih ada kecenderungan Prabowo bersama Gibran atau tidak,” kata Dedi dikutip jpnn.com, Sabtu (14/2/2026).
Partai Demokrat, PKS dan Golkar bisa saja tak bersama Prabowo apabila berpasangan dengan Gibran pada Pilpres 2029.
“Jika Gibran masih bersama Prabowo, ada peluang ketiga Parpol tersebut memiliki pilihan lain,” ungkapnya.
Dedi menganggap, peluang Gibran kembali bersama Prabowo pada Pilpres 2029 tetap terbuka lebar. Sebab, Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) akan terjun mengurusi kontestasi 2029 agar Gibran bisa mendampingi Prabowo.
“Peluang Gibran maju kembali dengan Prabowo masih ada. Terlebih Jokowi sepertinya masih berada di lingkaran mereka dan sangat interventif,” ungkapnya.
Tiga partai di parlemen pendukung pemerintah telah secara blak-blakan mendorong Prabowo menjabat Presiden RI selama dua periode.
Namun, beberapa di antaranya memilih fokus membantu Prabowo menyelesaikan masa kerja dan belum menyatakan dukungan buat eks Danjen Kopassus itu.
BACA JUGA:
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Turunkan Biaya Haji Lewat Pembangunan Kampung Haji
Partai yang terang-terangan mendukung Prabowo menjabat dua periode Presiden RI ialah PAN, PKB dan Gerindra.
Sementara itu, partai seperti Golkar, Demokrat dan PKS tak terbuka menyatakan dukungan bagi Prabowo menjabat dua periode.
Golkar, Demokrat dan PKS memilih fokus untuk membantu Prabowo menyelesaikan kerja sampai 2029 ketimbang berbicara politik praktis.
(Bambang Fouristian)



