BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bulan Ramadan selalu membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat. Terutama di kawasan perkotaan.
Aktivitas harian yang biasanya padat sejak pagi kerap bergeser, dengan suasana kota menjadi lebih ramai menjelang sore hingga malam hari.
BACA JUGA:
Aksi Sosial Bank BJB Tasikmalaya, Santunan untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Bulan Ramadan
Perubahan pola ini turut memengaruhi jam operasional berbagai layanan. Mulai dari kantor pemerintahan, pusat administrasi hingga sektor usaha.
banyak pihak menyesuaikan jadwal agar tetap sesuai dengan kebutuhan warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Penyesuaian jam kerja selama Ramadan umumnya di lakukan untuk menjaga keseimbangan antara pelayanan publik dan kondisi fisik masyarakat.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk adaptasi rutin yang hampir selalu di terapkan setiap tahun.
Di Indonesia, salah satu penyesuaian yang paling terlihat adalah perubahan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejumlah pemerintah daerah mengatur waktu kerja yang lebih singkat di bandingkan hari normal.
Kabupaten Tangerang, misalnya, menetapkan jam kerja ASN selama Ramadan mulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 15.00 WIB pada hari Senin hingga Kamis.
Sementara pada hari Jumat, jam kerja berlangsung hingga pukul 15.30 WIB.
Pengaturan ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mengurangi total jam kerja ASN selama Ramadan menjadi sekitar 32,5 jam per minggu, lebih rendah di banding jadwal reguler.
Selain kantor pemerintahan, beberapa instansi pelayanan publik juga menyesuaikan waktu buka. Jadwal layanan di buat lebih ringkas agar masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan administrasi tanpa harus menunggu terlalu lama.
Di sisi lain, penyesuaian jam operasional juga terjadi di berbagai negara mayoritas muslim.
Uni Emirat Arab menerapkan pengurangan jam kerja harian bagi sektor publik dan swasta. Bahkan memberikan fleksibilitas seperti opsi kerja jarak jauh.
Arab Saudi pun memberlakukan jam kerja yang lebih pendek untuk pegawai pemerintahan. Yakni sekitar lima jam per hari selama Ramadan. Dengan begitu, aktivitas ibadah dapat berjalan lebih nyaman.
BACA JUGA:
Syekh Abdullah Jaber Ingatkan Umat Islam Tasikmalaya Agar Tak Melalaikan Bulan Ramadan
Perubahan ritme kota selama Ramadan tidak hanya terasa di sektor formal. Dunia usaha, terutama pusat kuliner dan toko-toko cenderung lebih aktif pada sore dan malam hari mengikuti waktu berbuka.
Beberapa negara seperti Maldives bahkan menetapkan jam operasional khusus bagi toko dan outlet makanan selama Ramadan. Sehingga kegiatan ekonomi tetap berjalan sesuai pola hidup masyarakat.
Secara keseluruhan, penyesuaian jam operasional selama Ramadan menunjukkan bagaimana kota-kota beradaptasi dengan kebutuhan sosial dan spiritual warganya, sekaligus menjaga agar pelayanan publik dan aktivitas ekonomi tetap berjalan selama bulan suci.
(Jingga Sonjaya)



