GARUT, FOKUSJabar.id: Masyarakat Desa Dusun Cikole Desa Neglasari dan Kampung Cigoleah Desa Margamulya Kecamatan Cisompet Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) mengeluhkan listrik PT PLN (Persero) sering padam.
Tokoh Dusun Cikole, Dian Rodiana membenarkan kondisi tersebut. Menurut Dia, banyak sejumlah alat elektronik warga mengalami kerusakan akibat listrik padam mendadak.
BACA JUGA:
Bupati Garut Tabur Bunga di Makam Bupati ke-20 Momon Gandasasmita
“Hampir setiap hari listrik padam. Alhasil, banyak peralatan elektronik rusak,” kata Dian.
Hal senada di sampaikan Ketua BPD Margamulya, Endan di dampingi Sekjen Ormas Gerakan Anak Sunda (GAS), Mulyono Khaddafi.
“Sedikitnya 450 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Di antara mereka banyak perelatan elektronik miliknya rusak akibat listrik padam mendadak,” singkat Endan.
Sekjen Ormas GAS, Mulyono Khaddafi menyebut, berdasarkan keterangan pihak PT PLN bahwa penyebab listrik kerap padam karena tertimpa pohon Pinus milik Perhutani BKPH Cisompet. Tepatnya di blok Margamulya dari Kampung Cibaur hingga Cikarikil.
Dia menegaskan, semua wajib menaati UU No30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan. Di mana, pemerintah wajib menjamin ketersediaan energi listrik sampai ke masyarakat.

“Semua wajib menaati UU No30 tahun 2009. Tak terkecuali Perhutani yang dengan sengaja menanam pohon Pinus di bawah dan dekat saluran kabel listrik,” tegas Mulyono kepada FOKUSJabar, Sabtu (14/2/2026).
Dia menyebut, pasal 30 memberikan wewenang kepada pemegang izin usaha penyedia tenaga listrik untuk memotong dan atau menebang tanaman yang menghalangi jaringan.
BACA JUGA:
Bupati Garut Ziarah ke Makam Bupati ke-22 H. Dede Satibi
Pihaknya juga menyayangkan pihak Perhutani yang di tugaskan oleh negara untuk turut menyejahterakan rakyat. Ini malah membuat warga menderita dengan seringnya padam listrik karena tertimpa pohon atau ranting Pinus patah.
Untuk itu, Ormas GAS berencana menyerbu Kantor Perhutani KPH Garut untuk meminta pertanggungjawaban sebagai pemicu seringnya padam Listrik di dua desa yang ada di Kecamatan Cisompet.
“Sebelum bulan suci Ramadan, Kami akan mendatangi kantor Perhutani KPH Garut,” pungkas Mulyono.
(Bambang Fouristian)



