spot_img
Sabtu 14 Februari 2026
spot_img

Harlah ke-100, NU Kabupaten Tasikmalaya Tegaskan Arah Perjuangan Abad Kedua

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Memasuki usia 100 tahun dalam kalender Masehi, Nahdlatul Ulama melalui PCNU Kabupaten Tasikmalaya menggelar peringatan harlah secara khidmat dan penuh semangat kebangkitan, Sabtu (14/2/2026).

Pondok Pesantren Darussalam menjadi saksi berkumpulnya sekitar 10 ribu jamaah dari berbagai elemen Nahdliyin. Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Banser, IPNU, IPPNU hingga lembaga-lembaga di bawah naungan PCNU memadati kawasan pesantren sejak pagi hari. Nuansa putih dan hijau mendominasi area acara, memperlihatkan soliditas dan semangat kebersamaan warga NU.

Baca Juga: Tokoh Pendidikan Muhammadiyah Tasikmalaya Tutup Usia Saat Hadiri Pelantikan

Panitia merangkai resepsi harlah dengan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) 2026 sebagai forum strategis untuk merumuskan arah organisasi di abad keduanya.

Seratus Tahun Bukan Sekadar Perayaan

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya, KH Atam Rustam, menegaskan bahwa usia satu abad tidak boleh berhenti pada seremoni.

“Seratus tahun bukan sekadar angka. Momentum ini mengajak kita bangkit dan bergerak lebih masif demi kemaslahatan umat,” tegasnya di hadapan ribuan jamaah.

Ia mengingatkan bahwa kekuatan NU tidak hanya terletak pada jumlah pengikut, tetapi pada kualitas gerakan dan kontribusi nyata bagi masyarakat. KH Atam juga mengapresiasi para kader dan anggota legislatif yang konsisten mendukung penguatan organisasi di berbagai wilayah.

Dalam pidatonya, ia mendorong para ustaz dan ustazah di kampung-kampung untuk terus memperkokoh akidah Ahlussunnah Wal Jamaah di tengah tantangan zaman dan dinamika pemikiran keagamaan.

Dorong Pembangunan Gedung NU

Momentum harlah juga membuka ruang dialog antara PCNU dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. KH Atam kembali menyinggung hibah tanah untuk pembangunan kantor NU yang telah diumumkan pada masa bupati sebelumnya.

Ia berharap kepemimpinan saat ini merealisasikan pembangunan gedung tersebut agar seluruh badan otonom dan lembaga NU memiliki pusat aktivitas yang representatif.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, yang hadir bersama unsur Forkopimda, menyatakan komitmennya melanjutkan program-program strategis yang telah dirintis sebelumnya.

“Program baik yang sudah berjalan akan kami lanjutkan. Pembangunan yang memberi manfaat bagi organisasi keagamaan tentu akan kami dukung,” ujarnya.

Bupati juga memaparkan progres pembangunan infrastruktur daerah, termasuk perbaikan jalan, sebagai fondasi penguatan Tasikmalaya religius dan produktif.

Harlah Bernuansa Aksi Sosial

Ketua Panitia, KH Dadang Romansyah, menegaskan bahwa peringatan harlah tidak berhenti pada seremoni. Panitia menggelar santunan untuk anak yatim dan lansia, donor darah massal, serta menyediakan ribuan porsi makanan dan minuman gratis bagi jamaah.

Setelah resepsi, forum Muskercab 2026 langsung membahas evaluasi program sebelumnya dan menyusun langkah strategis melalui Bahtsul Masail, Komisi Program Kerja, dan Komisi Rekomendasi.

Dengan lebih dari 1.000 pesantren yang tersebar di Kabupaten Tasikmalaya, NU memegang peran sentral dalam membangun peradaban keumatan. Mayoritas masyarakat yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah menjadi modal sosial besar untuk mencetak generasi berakhlakul karimah sekaligus profesional.

Melalui momentum seabad ini, NU Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmen membangun masyarakat religius menuju cita-cita baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur sebuah visi yang tidak hanya hidup dalam wacana, tetapi diperjuangkan melalui gerakan nyata.

(Farhan Kamil)

spot_img

Berita Terbaru