spot_img
Jumat 13 Februari 2026
spot_img

Bupati Garut Ziarah ke Makam Bupati ke-22 H. Dede Satibi

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin ziarah khidmat ke makam Bupati ke-22, H. Dede Satibi, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Makam Besar Pasawahan, Jalan KH. Mashduqi Kelurahan Pananjung Kecamatan Tarogong Kaler menjadi momentum refleksi atas sinergi dan estafet kepemimpinan.

BACA JUGA:

Bupati Garut Pimpin Gerakan Ngariksa Hate di Jalan Ibrahim Adjie

Ziarah ke makam Bupati Garut ke-22 meruapakan rangkaian peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213.

Abdusy Syakur Amin di dampingi Sekda (Nurdin Yana), Ketua DPRD, Aris Munandar dan para Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.

Rombongan Pemda di sambut hangat istri almarhum, Hj. Ida Sri Indriati beserta keluarga besar dan jajaran Pimpinan Manajemen Al Mashduqi Islamic School Garut.

Bupati Garut Ziarah fokusjabar.id
Tabur Bunga

Prosesi ziarah di awali dengan penyampaian biografi singkat H. Dede Satibi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Garut, Totong.

Dia menyampaikan kiprah almarhum sewaktu menjabat Bupati ke-22. Di antaranya, membangun Sarana Olahraga Merdeka Kerkhof dan menginisiasi pembangunan sarana olahraga kebanggaan masyarakat Garut (SOR RAA. Adiwijaya).

“Beliau juga mengusung program keterbukaan informasi publik melalui acara interaktif/talkshow yang melibatkan unsur kepemimpinan daerah sebagai sarana untuk menyerap aspirasi dan dialog langsung di radio pemerintah dan swasta,” ungkap Totong.

Menurut Totong, almarhum tidak hanya memimpin Garut sebagai kepala daerah. Namun juga membangun fondasi pendidikan melalui pendirian Al Mashduqi Islamic Boarding School Garut sebagai bentuk dedikasi terhadap pembinaan generasi muda.

“Al Mashduqi Islamic Boarding School Garut menjadi sebuah institusi yang kini menjadi salah satu pilar pendidikan Islam di Kota Intan,” ujarnya.

BACA JUGA:

Bupati Garut Mapag Gumiwang Ci Garut dan Ziarah Leluhur

Mewakili pihak keluarga, H. Arif Bakhtiar mengapresiasi atas kunjungan tersebut.

“Bertepatan dengan hari Jumat Sayyidul Ayyam, Saya mewakili Ibunda kami tercinta, Ibu Hj. Ida Sri Indriani beserta keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian dan penghormatan kepada almarhum,” katanya.

“Ini merupakan tempat lahir sekaligus tempat peristirahatan terakhir Bapak H. Dede Satibi. Mudah-mudahan kegiatan hari ini Allah SWT catat sebagai bagian dari amal sholeh kita semua” Dia menambahkan.

Pihak keluarga dan seluruh santri murid Al Mashduqi mendoakan jajaran pemerintahan di beri kesehatan serta kemudahan dalam mengemban amanah mulia.

“Kami berdoa semoga pak Bupati beserta jajaran senantiasa di berikan kesehatan dan kemudahan dalam mengemban amanah mulia. Sehingga cita-cita mewujudkan Garut hebat dapat tercapai,” ujarnya.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menekankan bahwa ziarah ini memiliki empat esensi utama bagi dirinya dan jajaran pemerintahan.

Pertama, ziarah ini adalah pengingat diri bahwa kita semua akan berpulang. Bagaimana kita di kenang nantinya sangat bergantung pada apa yang kita kerjakan semasa hidup.

Kedua, mendoakan almarhum H. Dede Satibi dan para Bupati terdahulu agar di tempatkan di sisi Allah SWT.

Ketiga, kita merefleksikan hal-hal baik yang sudah almarhum lakukan untuk masyarakat Garut.

Terakhir, ini adalah bentuk komitmen untuk meneruskan perjuangan dan keteladanan almarhum. Terutama dalam menyeimbangkan pengabdian di pemerintahan.

BACA JUGA:

Bupati Garut Perintahkan Kades Transparan dan Ikuti Arahan Pusat

Rangkaian ziarah di lanjutkan dengan pembacaan doa oleh Wakil Ketua MUI  Kabupaten Garut, KH. Abdul Muis Hamzah. Selanjutnya di tutup dengan prosesi tabur bunga dan air di pusara almarhum oleh Bupati Syakur Amin dan para tamu undangan lainnya.

Kegiatan ziarah tersebt menjadi salah satu rangkaian agenda penting HJG ke-213. Yakni, menjadi pengingat bahwa sejarah kepemimpinan Garut di bangun oleh dedikasi para pendahulu yang tidak hanya berkontribusi dalam tata kelola pemerintahan. Namun juga dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru