NASIONAL,FOKUSJabar.id: Pemerintah mempercepat langkah penguatan usaha kecil dan menengah (UKM) dengan mendorong produk lokal menempati ruang strategis di pusat perbelanjaan dan jaringan ritel modern. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai keberpihakan terhadap produk dalam negeri harus terlihat nyata, terutama dari sisi penempatan dan akses pasar.
Gibran menyampaikan komitmen tersebut saat menerima jajaran Himpunan Peretail dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia menegaskan, produk UKM perlu tampil di etalase utama agar konsumen mudah mengenali dan menjangkaunya. Menurutnya, dukungan ritel modern memegang peran penting dalam memperkuat daya saing produk lokal di tengah derasnya arus barang impor.
Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan tersebut. Ia akan menginstruksikan seluruh anggota asosiasi agar memberi ruang strategis bagi merek-merek lokal. Baik untuk di pusat perbelanjaan maupun toko ritel modern.
“Kami akan menyampaikan masukan tersebut kepada anggota agar merek lokal benar-benar menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Terlebih mendapatkan tempat yang strategis,” ujar Budihardjo usai pertemuan.
Menurutnya, Wapres menilai kualitas produk UKM Indonesia mampu bersaing dengan produk luar negeri. Namun, pelaku usaha tetap membutuhkan dukungan ekosistem yang lebih adil untuk mempercepat pertumbuhan.
Skema Konsinyasi dan Biaya Sewa
Salah satu persoalan yang mengemuka ialah tingginya biaya sewa serta skema konsinyasi yang kerap membebani pemasok kecil. Gibran meminta sektor ritel memberikan dukungan melalui margin yang lebih rendah bagi produk lokal.
“Menghadapi tantangan biaya dan konsinyasi, arahan Pak Wapres agar ritel memberikan dukungan lebih besar kepada pemasok produk lokal dengan margin yang lebih ringan,” jelas Budihardjo.
Selain mendorong penguatan UKM, Gibran juga mengapresiasi gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA) yang mengusung konsep wisata belanja sebagai penggerak ekonomi dan sumber devisa.
“Wisata belanja bisa menjadi tulang punggung ekonomi. Kehadiran turis akan membawa devisa sekaligus menggerakkan sektor ritel dan UMKM,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Hippindo turut mengundang Wapres untuk menghadiri rangkaian kegiatan BINA menjelang Imlek dan Idul Fitri. Serta menghadiri Indonesia Retail Summit yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Pertemuan tersebut juga melibatkan pengurus Hippindo serta pelaku industri ritel dari berbagai sektor. Mulai dari investasi, CSR, hingga pemilik merek nasional.
Melalui sinergi pemerintah dan pelaku ritel, pemerintah berharap produk lokal semakin dominan di pasar domestik. Kemudian mampu bersaing lebih kuat di tengah kompetisi global.
(Jingga Sonjaya)



